kabar

Raja Salman dukung keprihatinan Israel soal kesepakatan nuklir Iran

Raja Salman dan Netanyahu cemas perjanjian itu bakal membikin Iran kian kuat.

23 Juli 2015 10:17

Dalam pertemuan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Ashton Carter kemarin di Istana As-Salam, Kota Jeddah, Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz satu suara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam menyikapi kesepakatan nuklir Iran.

Kedua pemimpin itu sama-sama mencemaskan perjanjian dicapai di Ibu Kota Wina, Austria, pertengahan bulan ini hanya bakal membikin Iran kian kuat di kawasan Timur Tengah. Netanyahu menyebut kesepakatan ini sebagai kesalahan sejarah.

Raja Salman menyatakan keraguannya soal pembuktian Iran tidak akan kembali ke proses pembuatan senjata nuklir dan mempertanyakan tentang mekanisme pemberlakuan sanksi lagi jika Iran melanggar kesepakatan. "Itu adalah isu-isu sama kami tahu akan muncul selama pelaksanaan perjanjian," kata Carter.

Netanyahu juga menyinggung keprihatinan Saudi saat berbicara di depan anggota Knesset (parlemen Israel). "Di Israel dan banyak negara Timur Tengah ada perjanjian diterima banyak pihak, tapi ini kesepakatan jelek mesti ditolak," ujarnya.

Israel takut kesepakatan itu akan memuluskan jalan bagi Iran buat memproduksi bom nuklir bakal dipakai untuk menyerang mereka. Sedangkan Saudi khawatir nuklir Iran bisa memicu perlombaan senjata di kawasan. Kedua negara juga cemas pencabutan sanksi ekonomi atas Iran akan memperkuat dukungan Iran terhadap milisi Syiah Hizbullah di Libanon dapat mengancam Israel dan Al-Hutiyun di Yaman bisa membahayakan Saudi.

Saudi melihat Iran sebagai musuh terbesar di Timur Tengah dan pesaing kuat mereka dalam OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak).

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu akan diadili pada 17 Maret atas dakwaan korupsi

Dia menjadi perdana menteri Israel pertama diadili saat masih menjabat.

Ketua Dewan Transisi Sudan Abdil Fattah al-Burhan. (Sky News)

Pemimpin Sudan kerjakan salat istikharah sebelum bertemu Netanyahu

Burhan bilang normalisasi hubungan dengan Israel bagus dan sesuai kepentingan Sudan.

Ketua Dewan Transisi Sudan Abdil Fattah al-Burhan. (Sky News)

Pertemuan Netanyahu dan pemimpin Sudan diatur oleh UEA

Seorang pejabat senior Palestina menyebut pertemuan itu seperti menusuk bangsa Palestina dari belakang. 





comments powered by Disqus