kabar

Khamenei luncurkan buku bagaimana lenyapkan Israel

Strategi Khamenei menghancurkan Israel berdasarkan prinsip bila sebuah wilayah pernah dikuasai kaum muslim meski hanya sebentar tidak boleh diserahkan kepada non-muslim.

03 Agustus 2015 02:57

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei baru-baru ini meluncurkan buku bagaimana melenyapkan negara Israel. Buku setebal 416 halaman itu berjudul Palestina.

Buku dalam bahasa Parsi ini cuma dijual di Iran, namun dalam waktu dekat bakal dilansir versi bahasa Arabnya.

Sedari halaman awal Khamenei sudah menegaskan posisinya: negara Israel tidak sah sehingga tidak berhak ada. Dia menggunakan tiga kata, yakni nabudi berarti penghancuran, imha (pelenyapan), dan zaval (penghapusan).

Dia mengklaim strateginya buat meluluhlantakkan Israel bukan berdasarkan anti-Semitisme, dia gambarkan sebagai fenomena Eropa, tapi sesuai prinsip islami. Prinsip ini menyebutkan bila sebuah wilayah pernah dikuasai kaum muslim meski hanya sebentar tidak boleh diserahkan kepada non-muslim.

Lusinan peta beredar di negara-negara berpenduduk mayoritas umat Islam menunjukkan daerah-daerah pernah dikuasai kaum muslim mesti direbut lagi. Ini termasuk sebagian besar Rusia dan Eropa, hampir sepertiga Cina, seluruh daratan India, serta sebagian Filipina dan Thailand.

Khamenei menyebut Israel sebagai adou (musuh) dan doshman (lawan) adalah kasus istimewa atas dasar tiga alasan. Pertama, negara Zionis ini merupakan sekutu setia dari "Amerika Serikat Setan Besar" dan elemen kunci dalam skema iblis buat menguasai jantung umat Islam.

Kedua, Israel telah melancarkan perang terhadap kaum muslim sehingga pantas dicap sebagai kafir harbi, wajib diperangi. Ketiga, Israel mencaplok Yerusalem, digambarkan oleh Khamenei sebagai kota suci Islam ketiga setelah Makkah dan Madinah di Arab Saudi. Dia pun berangan bisa bersalat di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Khamenei tidak ingin melancarkan perang klasik atau membantai orang Yahudi buat menghapus Israel dari peta dunia. Tapi dia akan membikin warga negara Zionis itu ketakutan sehingga tidak betah dan akhirnya pindah ke negara lain.

Khamenei menentang rumus dua negara untuk mengakhiri konflik Palestina-Israel. "Penyelesaiannya adalah formula satu negara," ujarnya. Negara itu nantinya bernama Palestina dan diperintah oleh orang Islam. Kaum non- muslim boleh tinggal di sana, termasuk warga Yahudi bisa membuktikan mereka asli dari wilayah itu, bukan imigran.

Sesuai rencana Khamenei, negara Palestina akan meliputi seluruh wilayah Israel saat ini, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Pembentukan negara ini akan dilakoni lewat referendum.

Dia tidak menyebut berapa jumlah pemilih berhak ikut referendum. Namun penelitian oleh Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan setidaknya delapan juta orang Palestina tersebar di seluruh dunia dan 2,2 juta orang Yahudi asli Palestina berhak mencoblos.

Khamenei sesumbar telah berhasil menakut-nakuti penduduk Israel lewat serangan teror dilakukan milisi Hizbullah di Libanon dan Hamas di Gaza. Dia juga berencana mempersenjatai penduduk Palestina di Tepi Barat buat melawan penjajah Israel.

Dia menyebut Israel sebagai kanker mesti dihilangkan. Buku karya Khamenei juga meragukan kebenaran Holocaust, pembantaian sekitar enam juta orang Yahudi di Eropa oleh pasukan Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua. "Jika peristiwa itu benar-benar nyata, kami tidak tahu bagaimana dan kenapa itu terjadi."

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 23 Juli 2021 menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 Barakat, merupakan produksi dalam negeri. (Twitter/khamenei.ir)

Khamenei minta masalah kelangkaan air di Khuzestan segera diselesaikan

Khamenei memuji penduduk Khuzestan sebagai orang-orang sangat setia kepada Iran.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 25 Juni 2021 menerima suntikan dosis pertama vaksin buatan dalam negeri. (Khamenei.ir)

Pemimpin tertinggi Iran disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi domestik

Khamenei meminta pihak pengembang vaksin mempublikasikan hasil kerja mereka kepada dunia, termasuk soal keamanan dan keampuhan vaksin domestik itu. 

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mengunjungi keluarga mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di rumahnya di Ibu Kota Teheran, 3 Januari 2020. (Khamenei.ir)

Khamenei larang Iran impor vaksin Covid-19 dari Amerika dan Inggris

Hingga hari ini, sudah 1.274.514 orang terinfeksi Covid-19 di Iran, termasuk 56.018 korban meninggal.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menangis sesenggukan saat memimpin salat jenazah komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani di Ibu Kota Teheran, Iran, 6 Januari 2020. (Sky News)

Kesehatan Khamenei memburuk, wewenang dan tugasnya dialihkan kepada putranya

Enam tahun lalu, Khamenei pernah menjalani operasi karena menderita kanker prostat.





comments powered by Disqus