kabar

Batal gelar resepsi demi kasih makan empat ribu pengungsi Suriah

"Menyelenggarakan pesta pernikahan tidak perlu ketika tetangga kita bahkan tidak mempunyai cukup makanan."

05 Agustus 2015 08:29

Ketika banyak orang tajir menghamburkan fulus demi gengsi dan kesenangan berlebihan, pengantin baru asal Turki membikin gebrakan mengharukan. Fethullah Uzumcuoglu and Esra Polat tidak menggelar resepsi, namun membagikan makanan bagi empat ribu pengungsi Suriah di Kota Kilis, selatan Turki.

Sedekah pasangan pengantin ini diselenggarakan lewat bantuan lembaga amal di negara itu, Kimse Yok Mu (KYM). Menurut seorang juru bicara KYM, gagasan memberi makan para pengungsi Suriah ini datang dari ayahnya pengantin lelaki. "Ayah dari Uzumcuoglu berpikir menyelenggarakan pesta pernikahan tidak perlu ketika tetangga kita bahkan tidak mempunyai cukup makanan."

KYM saban hari mengurusi empat ribu pengungsi Suriah di Kilis. Badan amal ini juga bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa membantu warga Suriah lari dari negara mereka akibat perang.

Saat ini terdapat puluhan ribu pengungsi Suriah di Kilis. Secara keseluruhan, Turki menaungi lebih dari sejuta orang Suriah menyeberang ke negara itu setelah pecah perang saudara di Suriah pada 2011.

Profesor Eitan Mor sedang memeriksa ginjal baru saja diambil dari dalam tubuh perempuan Israel bernama Shani Markowitz Manshar. Ginjal ini akan ditanamkan ke dalam badan pasien warga Uni Emirat Arab di Abu Dhabi. Operasi pengangkatan ginjal milik Shani berlangsung pada 28 Juli 2021 di Rumah Sakit Sheba Medical Center, Ramat Gan, Israel. (Naama Frank Azriel)

Perempuan Israel sumbang ginjalnya buat warga UEA

Ini menjadi transplantasi ginjal pertama antara warga dari kedua negara itu.

Seorang lelaki Arab Saudi bermasker saat tiba di Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (The National)

Nekat ke Indonesia, warga Saudi diancam tidak bisa ke luar negeri selama tiga tahun

Terdapat 13 negara, termasuk Indonesia, dilarang untuk dikunjungi oleh warga Saudi.

Aysen Gurcan merupakan menteri berjilbab pertama di Turki. Dia diangkat sebagai menteri kebijakan keluarga dan sosial. (iha.com.tr)

Menteri berjilbab pertama di Turki

Aysen Gurcan ditunjuk sebagai menteri kebijakan keluarga dan sosial.





comments powered by Disqus