kabar

Mursi tolak makanan penjara sebab takut diracun

Dia sudah menerima vonis satu hukuman mati dan 45 tahun penjara.

10 Agustus 2015 02:49

Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi Sabtu lalu mengatakan di pengadilan dirinya menolak makanan penjara karena takut diracun, seperti dilansir Aswat Masriya.

Kepada hakim, presiden sipil pertama terpilih secara demokratis di negeri Piramdia itu mengaku nyawanya terancam dalam tahanan. Dia meminta tim medis lantaran tekanan darahnya rendah.

Mursi, 64 tahun, dihadirkan dalam sidang kasus mata-mata itu sebagai terdakwa. Mursi bersama sepuluh orang lainnya dituduh membocorkan dokumen rahasia soal badan intelijen dan angkatan bersenjata Mesir kepada Qatar selama setahun dia memerintah.

Qatar membantah menyokong Mursi dan kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun.

Pengadilan atas perkara itu ditunda hingga akhir pekan ini. Hakim memerintahkan dokter memeriksa kesehatan Mursi.

Mursi Juni lalu divonis hukuman mati atas kasus bersekongkol untuk kabur dari dalam penjara pada 2011. Dia juga sudah menerima hukuman 25 tahun kurungan buat kasus spionase.

Sebagai tambahan, pengadilan April lalu menjatuhkan sanksi 20 tahun penjara bagi Mursi atas kasus pembunuhan para pengunjuk rasa di luar istana presiden.

Mursi dilengserkan oleh Abdil Fatah as-Sisi, bekas menteri pertahanannya dan kini menjabat presiden, Juli 2013, setelah terjadi protes besar-besaran.

Setelah berkuasa Sisi menumpas para pendukung Mursi dan kelompok Al-Ikhwan. Kampanye ini menewaskan ratusan orang. Seribuan orang dipenjara dan ratusan lainnya sudah divonis mati.

Salat Jumat di sebuah masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi pecat lebih dari seratus imam dan penceramah karena tolak kecam Al-Ikhwan dalam khotbah Jumat

Dewan Fatwa Al-Azhar di Kairo pekan lalu menetapkan Al-Ikhwan al-Muslimun merupakan organisasi teroris. Siapa saja diharamkan untuk bergabung ke kelompok ini.

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh. (Arab News)

Saudi pecat imam masjid dan dai tidak bacakan keputusan soal Al-Ikhwan organisasi teroris

Saudi akan buru imam dan dai bersimpati pada kelompok Al-Ikhwan.

Mufti Agung sekaligus Ketua Dewan Ulama Senior Arab Saudi Syekh Abdul Aziz asy-Syekh duduk di sebelah ulama senior dari kelompok Al-Ikhwan al-Muslimun, Syekh Yusuf al-Qardawi. (Twitter)

Dewan Ulama Senior Saudi tetapkan Al-Ikhwan organisasi teroris

Al-Ikhwan pernah berkuasa di Mesir setelah menang pemilihan umum pada 2012, setahun setelah revolusi berhasil menggulingkan Presiden Husni Mubarak.

Prosesi penguburan Abdullah Mursi di Nasr City, Ibu Kota Kairo, Mesir, pada 6 September 2019 pukul dua dini hari, dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Abdullah dimakamkan di samping kubur ayahnya, mantan Presiden Mesir Muhamnad Mursi. (Twitter)

Jenazah putra bungsu Mursi dikubur dini hari dengan pengamanan ketat

"Nama Mursi menakutkan bagi mereka (penguasa). Lihatlah bagaimana mereka ketakutan terhadap jenazah putra bungsu Mursi berumur 25 tahun. Mereka mengubur mayatnya di tengah pekatnya malam dengan pengamanan ketat."





comments powered by Disqus