kabar

13 negara di Timur Tengah hadapi krisis air parah

Tujuh dari 13 negara Arab itu berada dalam daftar sepuluh besar, yakni Bahrain, Kuwait, Palestina, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Oman.

27 Agustus 2015 00:58

Sebanyak 13 dari 33 negara bakal mengalami krisis air parah dalam 25 tahun mendatang.

Hasil penelitian dilakukan the World Resources Institute (WRI) menyimpulkan tujuh dari 13 negara Arab itu berada dalam daftar sepuluh besar, yakni Bahrain, Kuwait, Palestina, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Oman.

Dari hasil riset ini, WRI membikin daftar peringkat negara dengan ketersediaan air permukaan, seperti danau dan sungai tiap dekade, mulai 2010 hingga 2040. Indeks itu berisi 167 negara.

WRI bilang saat ini pun kawasan Timur Tengah sudah mengalami krisis air. Negara-negara di kawasan itu amat tergantung dari air permukaan dan hasil penyulingan air laut. "Mereka menghadapi masalah air luar biasa di masa depan."

Salah satu cara untuk mengatasi krisis air nantinya, menurut Direktur Program Air Global WRI Besty Otto, adalah menerapkan sistem penggunaan kembali air limbah. Dia menambahkan masalah air juga bisa memperparah konflik.

Menteri Ekonomi Azerbaijan Mikayil Jabbarov (kiri) bareng Menteri Pariwisata Israel Yoel Razvozov menggunting pita pada peresmian kantor dagang Azerbaijan di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 29 Juli 2021. (Apa)

Azerbaijan resmikan kantor dagang di Tel Aviv

Perdagangan kedua negara di semester pertama tahun ini telah mencapai US$ 337,2 juta. Sedangkan nilai perdagangan tahun lalu sebesar US$ 465,7 juta. 

Profesor Eitan Mor melakukan operasi pengambilan ginjal milik perempuan Israel bernama Shani Markowitz di Rumah Sakit Sheba Medical Center di Ramat Gan, Israel, pada 28 Juli 2021. Ginjal itu kemudian ditransplantasikan kepada ibu dari pendonor ginajl asal Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. (Sheba Medical Center)

Saling donor ginjal UEA-Israel

Sedangkan pendonor wanita dari Abu Dhbai itu mendonasikan ginjalnya buat pasien wanita di Rumah Sakit Rambam Medical Center di Kota Haifa, Israel.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid saat berpidato di Kementerian Luar Negeri di Yerusalem, 25 Juli 2021. (Lazar Berman/ Times of Israel)

Menteri luar negeri Israel akan melawat ke Maroko bulan depan

Israel Ahad pekan lalu membuka penerbangan langsung pertama ke Israel dengan rute Tel Aviv-Marrakasy, dilayani oleh dua maskapai: El Al dan Israir Airlines.

Profesor Eitan Mor sedang memeriksa ginjal baru saja diambil dari dalam tubuh perempuan Israel bernama Shani Markowitz Manshar. Ginjal ini akan ditanamkan ke dalam badan pasien warga Uni Emirat Arab di Abu Dhabi. Operasi pengangkatan ginjal milik Shani berlangsung pada 28 Juli 2021 di Rumah Sakit Sheba Medical Center, Ramat Gan, Israel. (Naama Frank Azriel)

Perempuan Israel sumbang ginjalnya buat warga UEA

Ini menjadi transplantasi ginjal pertama antara warga dari kedua negara itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Azerbaijan resmikan kantor dagang di Tel Aviv

Perdagangan kedua negara di semester pertama tahun ini telah mencapai US$ 337,2 juta. Sedangkan nilai perdagangan tahun lalu sebesar US$ 465,7 juta. 

29 Juli 2021

TERSOHOR