kabar

Foto pengungsi Suriah jual pulpen gaet sumbangan Rp 868,7 juta

Abdul Halim Attar berjualan pulpen untuk menghidupi kedua anaknya.

29 Agustus 2015 05:07

Perjuangan Abdul Halim Attar, pengungsi asal Suriah di Libanon, sungguh menggugah hati kaum dermawan. Dia berjualan pulpen demi menghidupi dua anaknya.

Foto ayah tunggal menjual pulpen sambil menggendong putrinya, Rim, ini diambil Gissur Simonarson, mengaku aktivis, Rabu lalu di sebuah jalan di Ibu Kota Beirut. Dia kemudian menyebarluaskan foto mengenaskan ini lewat Twitter dengan tanda pagar #BuyPens dan membikin kampanye buat mendorong-orang-orang menyumbang.

Hanya dalam setengah jam terkumpul sumbangan US$ 5.085 dari 74 orang. Tiga jam kemudian, Simonarson bilang jumlah bertambah tiga kali lipat. Hingga 24 jam donasi untuk Attar dan dua anaknya berjumlah 40 ribu pound sterling (Rp 868,7 juta).

Simonarson menjelaskan dia kini sedang bekerja sama dengan unit perlindungan khusus UNICEF untuk memberikan tempat layak bagi Attar dan dua anaknya, telah lari ke Libanon sejak 2012. "Saya juga sedang menyiapkan rencana agar bisa memberikan bantuan bulanan buat dia," katanya kepada surat kabar the Independent.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Doha, Qatar. (Elhoda-group.com)

Saudi buka kembali kedutaannya di Doha beberapa hari lagi

Penerbangan langsung menghubungkan Saudi dan Qatar juga sudah dimulai sedari Senin lalu.

Gal Lousky, CEO sekaligus pendiri lembaga nirlaba Israeli Flying Aid. (ifa.org)

Israel ingin bantu korban gempa di Majene

Lembaga kemanusiaan Israel pernah mengirim misi dan bantuan kemanusiaan saat tsunami Aceh (2004), gempa Yogya (2006), dan gempa Palu (2019).

Film the Dissident bercerita soal pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post, Jamal Khashggi, atas perintah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (YouTube)

Hillary Clinton rekomendasikan untuk menonton film pembunuhan Khashoggi oleh Bin Salman

Berdasarkan hasil investigasi, Turki, CIA, Kongres Amerika, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard menyimpulkan pembunuhan Khashoggi atas perintah Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR