kabar

Pasukan Mesir tidak sengaja tembak mati 12 turis Meksiko

Konvoi empat mobil mereka tumpangi dikira teroris.

14 September 2015 01:28

Pasukan keamanan Mesir dilaporkan tidak sengaja menembak mati 12 pelancong Meksiko dan pemandu mereka orang Mesir. Insiden kemarin malam ini juga melukai paling sedikit sepuluh orang lainnya.

Rombongan turis itu - konvoi dengan empat mobil - sedang berada di daerah oasis di barat Mesir saat pasukan gabungan polisi dan tentara sedang mengejar kelompok teroris. Jadi konvoi pelancong asing itu dikira sasaran mereka.

Namun Kementerian Dalam Negeri Mesir membela diri. "Para wisatawan itu tidak semestinya berada di sana dan kehadiran mereka di wilayah itu melanggar hukum," kata Kementerian Dalam Negeri melalui pernyataan tertulis.

Mereka menambahkan semua korban luka telah dilarikan ke rumah sakit dan penyelidikan atas kasus ini sedang berjalan.

Negeri Nil ini memang tengah gencar menumpas milisi Islam radikal beroperasi di Semenanjung Sinai. Serangan mereka kian meningkat setelah rezim militer kembali berkuasa di Mesir dua tahun lalu sehabis menumbangkan Muhammad Mursi, presiden sipil pertama terpilih secara demokratis.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Doha, Qatar. (Elhoda-group.com)

Saudi buka kembali kedutaannya di Doha beberapa hari lagi

Penerbangan langsung menghubungkan Saudi dan Qatar juga sudah dimulai sedari Senin lalu.

Gal Lousky, CEO sekaligus pendiri lembaga nirlaba Israeli Flying Aid. (ifa.org)

Israel ingin bantu korban gempa di Majene

Lembaga kemanusiaan Israel pernah mengirim misi dan bantuan kemanusiaan saat tsunami Aceh (2004), gempa Yogya (2006), dan gempa Palu (2019).

Film the Dissident bercerita soal pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post, Jamal Khashggi, atas perintah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (YouTube)

Hillary Clinton rekomendasikan untuk menonton film pembunuhan Khashoggi oleh Bin Salman

Berdasarkan hasil investigasi, Turki, CIA, Kongres Amerika, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard menyimpulkan pembunuhan Khashoggi atas perintah Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR