kabar

UEA berkabung tiga hari setelah kematian putra emir Dubai

Syekh Rasyid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum meninggal kemarin pagi akibat serangan jantung.

20 September 2015 04:09

Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menetapkan hari berkabung nasional tiga hari setelah Syekh Rasyid bin Muhammad al-Maktum, putra sulung dari Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri UEA dan Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum meninggal. Pengibaran bendera setengah tiang diwajibkan di seantero negara itu.

Syekh Rasyid, lulusan akademi militer Sandhurst di Inggris, meninggal kemarin pagi akibat serangan jantung. Kantor Media Dubai mengumumkan kematian lelaki 34 tahun itu lewat Twitter. "Jenazah Syekh Rasyid bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum dimakamkan (Sabtu malam) di pekuburan Umm Hurair)."

Sebelum dikuburkan, mayat Syekh Rasyid disalatkan sehabis salat magrib di Masjid Zabil di Kota Dubai.

Putera Mahkota Dubai Syekh Hamdan bin Muhammad bin Rasyid al-Maktum amat berduka atas kematian kakak kandungnya itu. "Hari ini (kemarin) saya kehilangan seorang sahabat dan teman masa kecil...abang saya tersayang Rasyid. Kau akan selalu dirindukan," tulisnya di Twitter.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia minta Saudi cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia

Saudi juga belum membolehkan warga Indonesia berumrah.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

24 September 2021

TERSOHOR