kabar

Paksa pekerja perempuan oral seks, pangeran Saudi ditangkap

Pangeran Majid Abdul Aziz as-Saud cuma ditahan semalam dan dibebaskan setelah membayar uang jaminan Rp 4,4 miliar.

25 September 2015 22:24

Kepolisian Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu sore lalu menangkap Pangeran Majid Abdul Aziz as-Saud dari Arab Saudi karena memaksa seorang pekerja perempuan melakukan oral seks. Perempuan itu melawan sehingga terjadi kegaduhan.

Polisi segera menuju lokasi kejadian di permukiman eksklusif Wallingford Drive, kawasan Beverly Glen, dekat Beverly Hills, setelah mendapat laporan lewat telepon. Namun pangeran berusia 28 tahun itu cuma ditahan semalam.

Drake Madison dari Kepolisian Los Angeles menjelaskan Pangeran Majid dibebaskan besoknya sekitar pukul empat sore setelah membayar uang jaminan US$ 300 ribu atau kini setara Rp 4,4 miliar.

Polisi bilang Pangeran Majid tidak memiliki kekebalan diplomatik sehingga bisa diadili di sana. Menurut catatan penjara, kasusnya bakal disidangkan pada 19 Oktober mendatang.

Pangeran Majid tinggal di sana menyewa sebuah rumah seharga US$ 37 juta (Rp 542,4 miliar) dan memiliki luas 2.044 meter persegi.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi masih tahan selusin pangeran di Penjara Al-Hayar

Mereka menolak menyerahkan sebagian harta mereka sebagai syarat pembebasan.

Rekaman video menunjukkan seorang pangeran Arab Saudi menyerang dua polisi di Kota Madinah, 14 Juni 2018. (Media Sosial)

Pangeran Arab Saudi pukuli dua polisi di Madinah

Polisi sudah menangkap keempat tersangka.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Trump sokong penangkapan atas para pangeran di Arab Saudi

Sikap Trump berubah mendukung Pangeran Muhammad bin Salman setelah menerima fulus.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Daftar pangeran, pengusaha, dan pejabat Arab Saudi ditahan atas dugaan korupsi

Mereka yang ditangkap termasuk Pangeran Al-Walid bin Talal dan Bakr Bin Ladin, pemilik perusahaan konstruksi Saudi Binladin Group.





comments powered by Disqus