kabar

Pangeran Turki al-Faisal: Manajemen haji hak kedaulatan Arab Saudi

Saudi menolak internasionalisasi penyelenggaraan ibadah haji.

12 Oktober 2015 16:02

Pangeran Turki al-Faisal dari Arab Saudi telah menolak gagasan pengelolaan bersama di kalangan negara muslim atas pelaksanaan ibadah haji. Dia menegaskan manajemen haji adalah masalah kedaulatan dan hak istimewa dimiliki oleh negara Kabah itu.

Dia menjadi satu-satunya pangeran paling senior terang-terangan menjawab kritikan terhadap negaranya atas tragedi Mina saat musim haji bulan lalu. "Kami tidak akan melepaskan hak istimewa menjadi pelayan dua kota suci," kata Pangeran Turki kepada kantor berita Associated Press. "Penduduk Makkah paling tahu betul wilayah Makkah dan Anda tidak bisa merampas hak itu dari mereka."

Pangeran Turki kini Kepala Pusat Riset dan Sutdi Islam Raja Faisal, berkantor di Ibu Kota Riyadh. Dia pernah menjabat kepala intelijen Saudi selama lebih dari dua dasawarsa serta menduduki posisi duta besar untuk Inggris, Irlandia, dan Amerika Serikat. Saudara kandungnya, Pangeran Khalid al-Faisal, sekarang menjadi gubernur Makkah.

Dunia internasional, terutama Iran, mengecam pemerintah Saudi atas petaka Mina itu. Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei mendesak Raja Salman bin Abdul Aziz meminta maaf kepada keluarga korban dan seluruh kaum muslim. Dia menuntut pula para penanggung jawab pelaksanaan haji diadili di pengadilan internasional.

Pangeran Turki menuding Iran berupaya mempolitisasi tragedi Mina. "Itu sudah menjadi catatan berulang, isu ini dimainkan lagi dan lagi oleh para pemimpin Iran," ujarnya.

Hasil investigasi Associated Press mengungkapkan korban meninggal dalam tragedi Mina 1.399 jamaah haji. Laporan lain menyebut yang wafat lebih dari 1.500 orang. Korban terbanyak dari Iran, yakni 469 orang.

Sampai sekarang Saudi berkukuh petaka Mina menewaskan 769 jamaah haji dan melukai 934 lainnya. Tapi mereka membagikan sekitar 1.100 foto korban meninggal kepada diplomat dari negara-negara muslim untuk proses identifikasi.

Tragedi Mina ini berlaku dua pekan setelah jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram. Insiden pada 11 September itu menewaskan 111 jamaah haji dan mencederai lebih dari 200 lainnya.

Chulan binti Kasim, jamaah haji asal Sumatera Barat mengalami cedera dalam Tragedi Mina pada 24 September 2015, dipulangkan ke Indonesia. Dia dijadwalkan tiba di Jakarta pada 1 Mei 2016. (Agus Maftuh Abegebriel buat Albalad.co)

Arab Saudi pulangkan satu jamaah haji Indonesia korban Tragedi Mina

Chulan binti Kasim akan menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta.

Korban meninggal tragedi Mina. Insiden pada 24 September 2015 di Kota Mina, Arab Saudi, ini menewaskan lebih dari 700 jamaah haji dan melukai 900 lainnya. (Arab News)

Korban tewas Tragedi Mina 2.411 orang

"Benar-benar memalukan bagi Saudi untuk mengakui mereka lalai dalam mengatur ibadah haji lantaran gelar Raja Salman adalah Pelindung Dua Masjid Suci."

Jamaah korban tragedi Mina pada Kamis, 24 September 2015, dibaringkan di jalan. (Al-Jazeera)

Jamaah haji wafat dalam tragedi Mina bertambah menjadi 2.177 orang

Arab Saudi masih berkukuh petaka Mina menewaskan 769 orang dan melukai 934 lainnya.

Korban meninggal tragedi Mina. Insiden pada 24 September 2015 di Kota Mina, Arab Saudi, ini menewaskan lebih dari 700 jamaah haji dan melukai 900 lainnya. (Arab News)

Korban meninggal dalam tragedi Mina bertambah menjadi 1.621 orang

"Kalau pelaksanaan haji sukses itu berkat upaya pemerintah dan bila ada kesalahan itu kehendak Tuhan," sindir seorang pegiat hak asasi manusia di Arab Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR