kabar

Miss Venezuela 2015 berdarah Suriah

Mariam fasih berbahasa Arab, Italia, dan Spanyol.

13 Oktober 2015 10:54

Gadis berdarah Suriah bakal menjadi wakil Venezuela untuk pemilihan ratu kecantikan sejagat Miss Universe tahun depan, setelah Kamis pekan lalu dia ditetapkan sebagai Miss Venezuela 2015.

Mariam Habach Santucci, 19 tahun, adalah mahasiswi jurusan kedokteran gigi di Universitas Jose Antonio Paez. Ayahnya, Antonois Habach, adalah imigran asal Al-Kharibat, kota kecil di wilayah Tartus, tempat di mana Mariam sempat menghabiskan masa kecilnya.

Sedangkan ibunya, Pasqualina Santucci, orang Italia. Keluarganya pindah dari Avellino ke Venezuela saat Perang Dunia Kedua.

Mariam, bertinggi badan 180 sentimeter, merupakan peserta dari Provinsi Lara. Dia memenangi Miss Venezuela 2015 dengan menyingkirkan 24 kontestan lain.

Gadis fasih berbahasa Arab, Italia, dan Spanyol ini dilahirkan di El Tocuyo, Provinsi Lara. Dia tinggal bersama orang tuanya di Valencia, Provinsi Carabobo. Dia pernah tinggal di Suriah dan balik lagi ke Venezuela tujuh tahun lalu.

Menurut media-media Venezuela, Mariam gemar mengikuti kontes kecantikan sejak kecil. Di umur 13 tahun dia terpilih sebagai ratu kecantikan di sekolah dasarnya.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Cegah penyebaran virus corona, Arab Saudi hentikan pelaksanaan umrah

Riyadh juga melarang pelancong asing dari negara sudah terinfeksi virus Covid-19 datang ke Saudi.

Mobil Peugeot berseliweran di sekitar Menara Azadi di jantung Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Korban meninggal akibat virus corona di Iran bertambah jadi 19 orang

Virus Covid-19 sudah menginfeksi 139 orang lainnya sejak wabah itu merebak di Iran pekan lalu.

Revital, putri dari seorang rabbi, berpose di depan altar Sinagoge Zargariyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

20 persen warga Eropa percaya organisasi Yahudi rahasia mengatur isu politik dan ekonomi global

Seperlima warga Eropa juga percaya orang-orang Yahudi telah memanfaatkan isu Holocaust untuk kepentingan mereka sendiri. 

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi. (Twitter)

Wakil menteri kesehatan Iran terinfeksi virus corona

Virus Covid-19 telah menginfeksi 95 orang di Iran, termasuk 15 orang meninggal. 





comments powered by Disqus