kabar

Pemimpin Jabhat Nusrah tewas di Suriah

Dia diyakini meninggal di Kota Aleppo, utara Suriah.

24 Oktober 2015 22:06

Pukulan telak menghantam Jabhat an-Nusrah (sayap Al-Qaidah di Suriah) setelah pemimpin mereka terbunuh kemarin pagi.

Jabhat Nusrah, milisi terkuat selain ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dalam Perang Suriah, membenarkan pemimpin mereka Syekh Abu Sulaiman al-Masri telah tewas, seperti dilansir media-media setempat. Dia diyakini meninggal di Kota Aleppo, utara Suriah.

Foto-foto mayatnya sudah tersebar luas di Internet, namun Jabhat Nusrah belum mengabarkan penyebab kematian Syekh Abu Sulaiman.

Jabhat Nusrah mengumumkan kemunculan mereka pertama kali empat tahun lalu, setelah pemberontakan terhadap rezim Presiden Suriah Basyar al-Assad meletup Maret 2011.

Meski sama-sama menghendaki Assad jatuh, Jabhat Nusrah dan ISIS berseberangan. Kedua faksi terkuat ini kerap saling bertempur.

Bocah perempuan pedagang belalang di Kota Tua, Sanaa, Yaman. (Middle East Eye/Nasih Syakir)

Saudi benarkan serangan Al-Hutiyun sebabkan kebakaran di sebuah universitas

Saudi belum memberikan konfirmasi soal serangan Al-Hutiyun menyebabkan hancurnya kilang minyak Saudi Aramco di Kota Jeddah. 

Kementerian Intelijen Iran pada 17 April 2021 mengumumkan Reza Karimi sebagai pelaku sabotase di reaktor nuklir Natanz. Pelaku sudah kabur dari Iran sebelum insiden itu terjadi. (IRIB)

Iran umumkan identitas pelaku sabotase fasilitas nuklir Natanz

Reza Karimi sudah kabur dari Iran sebelum ledakan terjadi di reaktor nuklir Natanz.

Direktur Jenderal Penjara Arab Saudi Mayor Jenderal Muhammad al-Asmari. (Twitter)

Penasihat Bin Salman siksa Direktur Jenderal Penjara Arab Saudi hingga tewas

Saud al-Qahtani juga terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi pada Oktober 2018.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Warga Israel tidak wajib memakai masker mulai 18 April

Kebijakan ini berlaku empat bulan setelah vaksinasi berjalan.





comments powered by Disqus