kabar

Berpose tanpa jilbab, aktris Iran dilarang berakting

Sadaf Taherian melakoni itu sebagai protes atas hukum berlaku di Iran mewajibkan kaum hawa berjilbab di depan umum.

30 Oktober 2015 14:44

Aktris film Iran Sadaf Taherian membikin heboh setelah mengunggah sejumlah foto dirinya tanpa berjilbab di Instagram. Dia melakoni itu sebagai protes atas hukum berlaku di negaranya mewajibkan kaum hawa berjilbab di depan umum.

Gara-gara foto tanpa menutup aurat itu kemarahan meledak di media sosial. Sampai-sampai ada yang memberikan jilbab dengan memakai rekayasa foto, kemudian disebarluaskan lagi.

Kementerian Kebudayaan Iran bakal mencabut izin kerja Sadaf. Dia juga sudah dilarang berakting.

Sadaf mengaku tidak mengira begitu banyak cercaan dan kecaman akibat tindakan nekatnya itu. "Saya hanya ingin tinggal di sebuah tempat dengan cara hidup membikin saya senang," katanya kepada stasiun televisi Voice of America berbahasa Persia.

Selama berkarier, Sadaf mengaku kerap mendapat pelecehan seksual. "Mereka (sutradara) akan menyodorkan lima atau enam kontrak di hadapan saya dengan hanya satu syarat. Tinggal bersama sebulan," ujarnya.

Sadaf berharap bisa membangun kembali kariernya di dunia akting di Dubai, Uni Emirat Arab.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketegangan dengan Iran meningkat, Saudi uji coba sirene tanda ada serangan udara

Bin Salman stres berat mengetahui dampak serangan terhadap dua fasilitas Aramco itu. "Dia sampai menenggak lebih banyak obat penenang," kata sumber Albalad.co dalam lingkungan istana.

Mahmud Syekhruhu, pilot yang melarikan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali ke Arab Saudi pada 14 Januari 2011. (Middle East Eye)

Mantan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali wafat

Perdana Menteri Tunisia Yusuf Syahid bilang dirinya akan mengizinkan mayat Bin Ali dimakamkan di negara asalnya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR