kabar

Pangeran Saudi menjadi tersangka penyelundupan dua ton narkotik di Libanon

Pangeran Abdul Muhsin bin Walid bin Abdul Muhsin bin Abdul Aziz bersama empat rekannya ditangkap di Bandar Udara Beirut pekan lalu.

03 November 2015 08:28

Pangeran Abdul Muhsin bin Walid bin Abdul Muhsin bin Abdul Aziz dari Arab Saudi bareng sepuluh orang lainnya, lima absentia, dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan narkotik terbesar di Libanon.

Pangeran Abdul Muhsin dan empat rekannya ditangkap di Bandar Udara Internasional Beirut pekan lalu saat berupaya menyelundupkan dua ton pil Captagon dan kokain ke Arab Saudi. Seluruh narkotik itu dibungkus dalam 40 dus dan siap diangkut ke jet pribadi bakal terbang menuju negara Kabah itu.

Jaksa Claude Karam dari Kejaksaan Gunung Libanon menyatakan Pangeran Abdul Muhsin bersama empat rekannya kini masih ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sejauh ini belum ada pernyataan dari pemerintah Arab Saudi atas penahanan sang pangeran. Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Beirut juga belum bisa dimintai komentar.

UNODC (Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkotik dan Kejahatan) tahun lalu menyatakan konsumsi pil Captagon - juga digemari jihadis ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) karena membuat stamina lebih tahan lama untuk bertempur - di enam negara Arab Teluk tinggi.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Doha, Qatar. (Elhoda-group.com)

Saudi buka kembali kedutaannya di Doha beberapa hari lagi

Penerbangan langsung menghubungkan Saudi dan Qatar juga sudah dimulai sedari Senin lalu.

Gal Lousky, CEO sekaligus pendiri lembaga nirlaba Israeli Flying Aid. (ifa.org)

Israel ingin bantu korban gempa di Majene

Lembaga kemanusiaan Israel pernah mengirim misi dan bantuan kemanusiaan saat tsunami Aceh (2004), gempa Yogya (2006), dan gempa Palu (2019).

Film the Dissident bercerita soal pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post, Jamal Khashggi, atas perintah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (YouTube)

Hillary Clinton rekomendasikan untuk menonton film pembunuhan Khashoggi oleh Bin Salman

Berdasarkan hasil investigasi, Turki, CIA, Kongres Amerika, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard menyimpulkan pembunuhan Khashoggi atas perintah Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR