kabar

Istri simpanan mendiang raja Saudi menangi gugatan Rp 526 miliar

Selama menjadi istri Raja Fahad, Janan Harb tiga kali hamil dan tiga pula melakoni aborsi atas suruhan suaminya itu. Sebab Raja Fahad cemas kalau sampai memiliki anak dari istri bekas orang Nasrani bisa menghebohkan.

04 November 2015 10:33

Setelah berjuang selama 12 tahun, Janan George Harb, istri simpanan mendiang Raja Arab Saudi Fahad bin Abdul Aziz, kemarin akhirnya memenangkan gugatan senilai 25 juta pound sterling atau kini setara Rp 526,3 miliar di Pengadilan Tinggi London, Inggris.

Dia mengajukan gugatan terhadap Pangeran Abdul Aziz, putra dari mendiang Raja Fahad, atas janji pernah disampaikan mantan suaminya itu. Karena terpaksa menceraikan Harb, Fahad berkomitmen memberi nafkah 15 juta pound sterling dan dua apartemen mewah di Chelsea sekarang masing-masing bernilai lima juta pound sterling.

Harb, 68 tahun, mengklaim bertemu Pangeran Abdul Aziz pada 20 Juni 2003 di Hotel Dorchester, London. Dalam pertemuan subuh itu, sang pangeran secara lisan berjanji memberi 12 juta pound sterling dan mengembalikan hak kepemilikan dua apartemen di Chelsea kepada Harb, untuk memenuhi komitmen almarhum ayahnya menafkahi Harb hingga akhir hayatnya. Pertemuan ini berlangsung saat Raja Fahad sakit parah.

Namun kepada pengadilan, Pangeran Abdul Aziz menyatakan secara tertulis membantah klaim Harb itu. Namun Hakim Peter Smith memutuskan menerima klaim penggugat dan menyatakan memang ada perjanjian di antara keduanya. Hakim meminta Pangeran Abdul Aziz memberikan fulus 15 juta pound sterling ditambah sepuluh juta pound sterling sebagai harga dari dua apartemen itu.

Sebelum vonis dikeluarkan, Hakim Smith sudah meminta Pangeran Abdul Aziz memberikan keterangan. Namun atas saran Raja Arab Sadui Salman bin Abdul Aziz dan keluarga kerajaan, Pangeran Abdul Aziz dilarang menghadiri sidang dengan alasan kasus itu bakal dibesar-besarkan oleh media.

Harb benar-benar senang atas keputusan pengadilan menerima gugatannya. "(Masalah) ini sudah 12 tahun menyengsarakan saya. Saya sangat gembira dengan hukum di Inggris. Terima kasih Tuhan kami memiliki hukum adil di Inggris," katanya. "Pangeran (Abdul Aziz) ingin saya pergi ke Arab Saudi di mana dia berkuasa penuh atas kasus ini."

Kepada hakim, Harb bercerita dia menikah secara rahasia dengan Raja Fahad pada 1968. Saat itu dia masih berusia 19 tahun, sedangkan Fahad masih berstatus pangeran dan menjabat menteri dalam negeri. Perempuan Nasrani kelahiran Palestina ini masuk Islam tidak lama sebelum akad nikah.

Tapi kerabat Raja Fahad tidak merestui perkawinan mereka lantaran latar belakang agama keluarga Harb berlainan. Dia diusir dari istana pada 1970 setelah difitnah membikin Raja Fahad kecanduan narkotik berupa pil Methadone.

Selama menjadi istri Raja Fahad, meninggal pada 2005, Harb tiga kali hamil dan tiga pula melakoni aborsi atas suruhan suaminya itu. Sebab Raja Fahad cemas kalau sampai memiliki anak dari istri bekas orang Nasrani bisa menghebohkan.

Karena diusir dari Arab Saudi, keduanya bercerai. Harb kemudian dua kali menikah tapi gagal. Raja Fahad pun kawin lagi hingga akhirnya mempunyai banyak anak, termasuk Pangeran Abdul Aziz.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Ulama Arab Saudi, Syekh Umar al-Muqbil. (Twitter)

Arab Saudi tangkap ulama karena kritik soal konser musik

Syekh Umar al-Muqbil menilai konser musik internasional dapat menghapus budaya asli masyarakat Saudi.





comments powered by Disqus