kabar

Hakim berjilbab untuk pertama kali pimpin sidang di Turki

Dewan Tertinggi Hakim dan Jaksa Turki telah mencabut larangan berjilbab bagi hakim dan jaksa perempuan. Keputusan ini keluar tidak lama sebelum pemilihan umum digelar Juni lalu.

04 November 2015 23:41

Untuk pertama kali sepanjang sejarah Turki, hakim perempuan berjilbab memimpin sidang, seperti dilansir beragam media kemarin. Kejadian ini berlangsung di Pengadilan Istanbul.

Hakim muda itu berjilbab hitam sesuai warna jubah hakimnya. Fotonya langsung tersebar luas di Twitter. Beberapa pengguna mengejek hal ini sebagai pengadilan syariat Islam. Namun tidak diketahui identitas hakim itu dan kasus apa sedang dia sidang.

HSYK (Dewan Tertinggi Hakim dan Jaksa) telah mencabut larangan berjilbab bagi hakim dan jaksa perempuan. Keputusan ini keluar tidak lama sebelum pemilihan umum digelar Juni lalu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan - partainya kembali menang mutlak dalam pemilihan umum awal bulan ini - dituding memaksa menerapkan nilai-nilai Islam di masyarakat.

Dua tahun lalu pemerintah sudah menghapus larangan berjilbab buat kaum hawa di sekolah dan institusi pemerintah. Kelompok oposisi menyebut langkah itu sebagai pelecehan terhadap konstitusi Turki sebagai negara sekuler. Namun larangan ini masih berlaku bagi personel militer dan keamanan.

Putri dari emir Dubai, Syekha Latifah binti Muhammad bin Rasyid al-Maktum, berpose dengan temannya asal Inggris, Sioned Taylor, di Bandar Udara Barajas Aldolfo Suarez, di Ibu Kota Madrid, Spanyol. (Instagram/@shinnybryn)

Syekha Latifah: Saya sekarang bebas bepergian ke mana saja

Puteri emir Dubai ini mengaku sedang berlibur di tiga negara Eropa.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Empat dari 15 agen Saudi pembunuh Khashoggi jalani pelatihan paramiliter di Amerika

Mereka menjalani pelatihan pada 2017. Dua dari keempat agen Saudi itu pernah mengikuti pelatihan serupa di Tier 1 Group dari Oktober 2014 hingga Januari 2015.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu perintahkan stafnya hancurkan banyak dokumen di kantornya beberapa jam sebelum lengser

Sesuai aturan hukum berlaku, semua dokumen kerja itu tidak boleh dihancurkan satu pun dan akan disimpan dalam arsip negara.

Departemen Kehakiman Amerika Serukat pada 22 Juni 2021 merampas tiga lusin domain media pro-Iran. (Telegram)

Amerika rampas tiga lusin domain media pro-Iran

Pengambilailihan tiga lusin domain itu berlangsung empat hari setelah Iran menggelar pemilihan presiden dimenangkan oleh Ibrahim Raisi. 





comments powered by Disqus