kabar

Raja Saudi tokoh Arab paling berpengaruh

Selama tiga tahun berturut-turut, Forbes memilih Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tokoh dunia paling berpengaruh.

06 November 2015 05:39

Majalah Forbes tahun ini menempatkan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz sebagai tokoh Arab paling berpengaruh. Dalam tataran global dia berada di posisi ke-14.

Dalam daftar tokoh Arab paling berpengaruh itu, Presiden Uni Emirat Arab Syekh Khalifah bin Zayid an-Nahyan di tempat kedua, disusul Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi.

Selama tiga tahun berturut-turut, Forbes memilih Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai tokoh dunia paling berpengaruh, diikuti Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Dokumen kerajaan memperlihatkan daftar 23 jabatan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Said bin Nasir al-Ghamdi)

Sebagai penguasa Saudi, Raja Salman punya tujuh jabatan dan Bin Salman 23 jabatan

Bin Salman, di samping menjadi putera mahkota, juga menjabat wakil presiden dewan menteri, wakil presiden dewan militer, presiden dewan keluarga kerajaan, menteri pertahanan.

Mantan komandan pasukan koalisi untuk Perang Yaman Letnan Jenderal Pangeran Fahad bin Turki bin Abdul Aziz. (Arab News)

Keponakan Raja Salman divonis hukuman mati karena rencanakan kudeta

Pangeran Fahad bin Turki dan putranya dibekuk dalam kampanye antikorupsi dilancarkan oleh Bin Salman.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 8 Januari 2021 disuntik vaksin Covid-19.

Raja Salman disuntik vaksin Covid-19

Raja Salman, 86 tahun, termasuk kelompok rentan tertular virus Covid-19.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Netanyahu dan Bin Salman sepakat Raja Salman penghalang normalisasi hubungan Saudi-Israel

Kerjasama Saudi-Israel untuk menghadapi Iran dan di bidang perdagangan bakal meningkat.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

24 September 2021

TERSOHOR