kabar

Hingga ajal datang, perempuan Saudi tidak dapat maaf dari ibunya

Perseteruan bermula saat perempuan itu menolak menikah dengan lelaki pilihan ibunya.

12 November 2015 11:25

Kisah miris ini terjadi di Arab Saudi, namun tidak disebutkan lokasi persisnya. Seorang perempuan tidak ditulis identitasnya hingga ajal menjemput tidak memperoleh maaf dari ibunya.

Perseteruan bermula saat perempuan itu menolak menikah dengan lelaki pilihan ibunya. Dia nekat kawin dengan pria dia cintai meski umurnya jauh lebih tua ketimbang dirinya.

Gara-gara itu pula, silaturahim ibu dan anak ini terputus. Bahkan itu berlangsung bertahun-tahun sampai dia dikaruniai beberapa anak.

Perempuan itu pun baru-baru ini meninggal karena penyakit kanker. Pihak keluarga suami memutuskan membawa jenazah istrinya itu ke rumah ibunya. "Tapi dia tetap menolak melihat mayat putrinya," seperti dilansir surat kabar Okaz.

Ternyata pepatah bilang kasih ibu sepanjang zaman tidak sepenuhnya benar.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus