kabar

Melacak dan melumpuhkan Jihadi John

Jihadi John diyakini tewas akibat serangan pesawat nirawak Amerika Serikat semalam di Raqqah.

13 November 2015 23:59

Malam tua nan pekat dan senyap sudah membekap Raqqah, ibu kota milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di utara Suriah. Keberadaan Muhammad Imwazi alias Jihadi John telah diketahui oleh dinas intelijen Inggris MI6 atau GCHQ, markas intelijen dan keamanan bertanggung jawab memasok sinyal intelijen kepada pemerintah dan angkatan bersenjata Inggris.

Belum diketahui informasi soal lokasi Jihadi John itu diketahui dari mana. Bisa jadi dari informan di lapangan atau hasil dari menyadap komunikasi sasaran. Kabar diperoleh Jihadi John, 27 tahun, dan tiga orang lainnya berada dalam sebuah mobil di jantung Kota Raqqah.

Dia diketahui kerap bepergian dari markas ISIS di Raqqah. Bahkan dia dipercaya tinggal dalam bangunan pernah menjadi kantor gubernur Raqqah itu.

Informasi itu lantas diteruskan ke Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika Serikat). Perintah untuk menewaskan target utama itu - berada di posisi teratas dalam daftar militan ISIS mesti dibunuh bikinan Inggris - diterima para operator pesawat nirawak di pangkalan udara Creech di Nevada, sekitar 11.700 kilometer dari Raqqah, pukul 23.40 kemarin malam.

Saat itu ada satu pesawat nirawak dikendalikan lewat komunikasi satelit sudah berkeliling di atas langit Raqqah. Nirawak ini saban hari menghabiskan 16 jam buat memantau kota telah dicaplok ISIS dua tahun lalu itu. Sebelas menit kemudian nirawak ini menembakkan sebuah peluru kendali Hellfire ke arah sasaran dari ketinggian 3.048 meter.

Mobil tengah melaju dekat Alun-alun Menara Jam itu - tempat ISIS biasa memenggal, mengamputasi, atau menyalib orang dianggap melanggar hukum Islam - hancur meledak. "ISIS menutup lokasi serangan dan tidak mengizinkan siapapun mendekat," tulis Abu Muhammad, pendiri jaringan Raqqah is Being Slaughtered Silently, di akun Twitternya hari ini.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat meyakini Jihadi John tewas akibat serangan itu. "Kami 99 persen yakin telah membunuh dia," katanya. Sejumlah laporan menyebutkan korban meninggal lainnya adalah Jihadi George.

Empat jihadis asal Inggris bagi para mantan tawanan ISIS dikenal dengan sebutan the Beatles, merujuk kepada kelompok rock legendaris dari negara Tiga Singa itu. Mereka terdiri dari Jihadi John, merujuk pada nama John Lennon, Jihadi George (George Harrison), Jihadi Paul (Paul McCartney), dan Jihadi Ringo (Ringo Starr).

Serbuan itu merupakan usaha keras dilakoni intelijen Inggris dan Amerika selama 15 bulan belakangan. Untuk mengetahui lokasi sasaran, dinas rahasia biasanya menggunakan tiga cara, yakni rekaman telepon, metadata (soal siapa dan kapan panggilan telepon berlangsung), dan komunikasi satelit. "Kami membunuh orang berdasarkan metadata," ujar Michael Hayden, mantan Direktur CIA dan NSA.

Ada sejumlah nirawak kepunyaan Amerika, namun biasa dipakai di Suriah berjenis MQ-9 Reaper. Ia mampu terbang 14 jam dan menempuh jarak 1.852 kilometer dengan kecepatan 483 kilometer per jam, terlalu tinggi dan senyap untuk diketahui dari darat.

Sedangkan Hellfire dipakai untuk menyasar Jihadi John berkecepatan 1.601 kilometer per jam.

Jihadi John menjadi target penting setelah Agustus tahun lalu menyembelih wartawan Amerika James Foley. Dia lantas rutin menjadi algojo ISIS untuk membunuh para sandera asing.

The Syrian Observatory for Human Rights membenarkan Jihadi John terbunuh dalam serangan nirawak itu. "Seluruh sumber kami di sana bilang seorang mayat jihadis penting dari Inggris ada di rumah sakit Raqqah," tutur Rami Abdurrahman, direktur lembaga nirlaba asal Inggris itu. "Semua bilang itu jenazah Jihadi John tapi saya tidak bisa membenarkan secara pribadi."

Majalah Dabiq terbitan Selasa, 19 Januari 2016. (@Chief_MarshallR/Twitter)

ISIS benarkan Jihadi John telah tewas

Di kalangan jihadis ISIS, Jihadi John dikenal pemaaf dan baik. Dia pernah memberikan gundiknya kepada jihadis belum menikah.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

Algojo ISIS Jihadi John sembelih Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama. (memri)

Jihadi John sembelih Obama

"Ibu! Ayah! Jihadi John bakal membantai saya! Selamatkan saya!" kata Obama dalam bahasa Arab sebelum kepalanya terpisah dari badan.





comments powered by Disqus