kabar

12 sumber fulus ISIS

ISIS tahun lalu bisa meraup pendapatan US$ 1 juta hingga US$ 3 juta sehari.

19 November 2015 08:44

Senjata, kendaraan, gaji pegawai atau jihadis, video propaganda, dan perjalanan ke luar negeri. Semua ini memerlukan anggaran. Serangan teror terhadap Ibu Kota Paris, Prancis, Jumat pekan lalu, membuktikan sumber dana milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) tidak terganggu.

Wakil Menteri Keuangan Amerika Serikat Urusan Terorisme dan Intelijen Keuangan David Cohen Oktober tahun lalu menyebut ISIS sebagai organisasi teroris terbaik soal pendanaan. Mereka memiliki fulus sangat besar untuk membiayai perang di Irak, Suriah, dan negara lain.

Tidak seperti kelompok teror lainnya mengandalkan sumbangan dari donatur tajir, ISIS memberdayakan wilayah kekuasaannya - kini seluas Inggris - untuk mengeruk sumber duit. Rand Corporation, lembaga nirlaba melakukan riset dan analisis untuk angkatan bersenjata Amerika Serikat, memperkirakan kelompok dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini tahun lalu bisa meraup US$ 1 juta hingga US$ 3 juta sehari.

ISIS sudah mirip sebuah negara sejak Baghdadi tahun lalu mengumumkan berdirinya khilafah islamiyah. Karena itu mereka membutuhkan anggaran sangat besar. Selain untuk perang dan serangan teror, ISIS perlu dana untuk mengongkosi sekolah, polisi syariah, dapur umum, pengadilan, dan bahkan unit perlindungan konsumen.

Sejumlah laporan menyebutkan ISIS menggaji para jihadisnya US$ 400 sebulan, lebih besar dari gaji sebagian staf di Irak. ISIS telah menunjuk semacam menteri keuangan untuk mengurus anggaran tahunan, membentuk bank sentral dan berencana memberlakukan mata uang sendiri walau sampai sekarang masih memakai mata uang lokal, seperti dinar Irak dan lira Turki.

Berikut 12 sumber pendanaan ISIS.

Minyak

Ladang-ladang minyak dikuasai di Suriah dan Irak telah menjadi sumber pendapatan utama ISIS. Mereka menyuling minyak mentah di kilang-kilang kecil, kilang berjalan, kemudian diangkut menggunakan truk ke perbatasan Turki, di mana para calo dan pedagang membeli atau bertukar komoditas.

Karena dijual di pasar gelap, harga minyak dari ISIS sangat murah dan bisa naik turun sangat cepat. Para penyelundup menggunakan layanan pesan seluler, seperti WhatsApp, untuk berkoordinasi. Sebagian pedagang menjual minyak dibeli dari ISIS itu kembali ke rezim Basyar al-Assad, seperti dilansir the Boston Globe.

Pendapatan dari minyak menurun sejak Amerika Serikat bersama sekutunya menggempur fasilitas minyak dan gas dikuasai ISIS, menurut sebuah laporan bikinan Layanan Riset Kongres April lalu. Hingga Oktober 2014, Amerika telah menghancurkan setengah dari total kilang minyak ISIS.

Amerika juga berusaha menumpas para penyelundup minyak dan mendorong Turki memperketat perbatasan.

Pendapatan minyak dan gas ISIS juga melorot karena banyak insinyur dan ahli teknik diperlukan kabur atau terbunuh. ISIS berupaya keras merekrut tenaga ahli, seperti diserukan Baghdadi dalam rekaman dilansir Juli 2014. Dia mengajak ilmuwan, insinyur, dokter, dan ahli pemerintahan bergabung.

Pajak

ISIS menerapkan pajak kepada warga, barang-barang dijual, layanan seperti listrik dan air, perusahaan telekomunikasi, penarikan uang dari bank, gaji pegawai, truk-truk masuk ke wilayah mereka, artefak hasil jarahan, dan kaum non-muslim. Dari pajak itu, menurut Thomson Reuters, ISIS bisa meraup US$ 360 juta setahun.

Penduduk di wilayah ISIS mengeluhkan milisi brutal ini telah bertindak diskriminatif. Sebab para jihadis dan keluarga mereka menerima layanan gratis, termasuk rumah dan kesehatan.

Penculikan

Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam laporannya Oktober tahun lalu menyebut ISIS berhasil memperoleh US$ 35 juta sampai US$ 45 juta dari uang tebusan pembebasan sandera asing.

ISIS juga menculik warga di wilayah kekuasaannya, juga untuk mendapat uang tebusan.

Donatur tajir

Sejumlah perkiraan menyebut ISIS menerima hingga US$ 40 juta selama 2013-2014 dari pengusaha, keluarga kaya, dan penyumbang lainnya di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.

Banyak dari dari penyumbang elite ini memilih mendanai ISIS karena takut dan benci terhadap Iran dan Presiden Suriah Basyar al-Assad. Menurut sebuah laporan dilansir the Brookings Institution dua tahun lalu, para pendonor di Kuwait menyalurkan ratusan juta dolar Amerika kepada beragam kelompok pemberontak di Suriah.

Masyarakat internasional mengkritik negara-negara ini karena mendanai terorisme. Arab Saudi pada 2013 mulai mengadili orang-orang memberikan fulus mereka bagi ISIS, Al-Qaidah, dan organisasi teroris lainnya. Uni Emirat Arab juga bertindak membatasi pendanaan teroris, menurut the Brookings. Namun pasokan duit buat ISIS lewat organisasi-organisasi amal tidak terdaftar masih terbuka.

Penjualan barang antik

Sejak awal tahun ini, ISIS menguasai paling tidak 4.500 situs kuno. Sebagian barang antik dihancurkan, namun yang lain dijual melalui Turki dan Yordania. dari sana ke Eropa dan negara lain.

Amerika Serikat memperkirakan hasil penjualan barang kuno itu menghasilkan lebih dari US$ 100 juta per tahun buat ISIS.

Bank-bank Irak

Departemen Keuangan Amerika Serikat menduga ISIS memperoleh setidaknya US$ 500 juta uang tunai setelah tahun lalu menguasai bank-bank pemerintah di utara dan barat Irak.

Seorang pejabat intelijen Amerika bilang kepada surat kabar the Guardian, sebelum menguasai Mosul, total fulus dan aset ISIS US$ 75 juta. Sehabis itu uang mereka rampok dari bank-bank dan nilai peralatan militer mereka jarah memberikan tambahan US$ 1,5 miliar.

Penjualan properti jarahan

ISIS menjual segala barang jarahan, seperti kendaraan, senjata, dan amunisi Amerika. Mereka juga memasarkan perlengkapan konstruksi, generator, kabel, mobil, cadangan kebutuhan hidup, perabotan, dan sebagainya.

Real estat

Menurut Niqash.org, ISIS mendapat fulus dari menyewakan atau melelang properti kepunyaan orang terbunuh atau lari dari wilayah baru dikuasai ISIS.

Biasanya ISIS merebut harta benda dari orang-orang mereka anggap musuh, seperti tentara dan polisi Irak, pejabat pemerintah, politisi, hakim, dan jaksa.

Jihadis asing

Para jihadis asing datang bergabung dengan ISIS biasanya membawa uang tunai, tapi pemasukan ini amat terbatas bagi ISIS.

Pertanian

ISIS sekarang mengontrol sebagian dari wilayah subur di Irak dan Suriah. Meski hasil panen dijual setengah dari harga pasaran, menurut Thomson Reuters, ISIS masih mampu meraih US$ 200 juta setahun.

Fosfat, semen, dan belerang

ISIS juga menguasai daerah kaya sumber fosfat dan belerang. Dari dua komoditas ini mereka bisa mendapatkan US$ 350 juta per tahun, menurut perkiraan Thomson Reuters.

Penjualan orang

Banyak laporan menyebutkan praktek ISIS menjual perempuan untuk dinikahi atau menjadi budak seks, termasuk kaum hawa dari komunitas minoritas Yazidi dan Turki-Syiah.

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Amerika akan kirim tiga ribu tentara lagi buat jaga Arab Saudi

Keputusan untuk menambahkan pasukan Amerika di Saudi ini terjadi sebulan setelah dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang.

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi Filippo Grandi menyerahkan sertifikat penunjukan pangeran asal Qatar Syekh Tsani bin Abdullah bin Tsani ats-Tsani sebagai UNHCR Eminent Advocate kepada perwakilannya, Syekh Khalifah bin Tsani ats-Tsani di markas UNHCR di Kota Jenewa, Swiss, 9 Oktober 2019. (UNHCR/Jean Marc Ferré)

Pangeran Qatar jadi UNHCR Eminent Advocate setelah sumbang Rp 495 miliar buat pengungsi Bangladesh dan Yaman

Itu merupakan sumbangan terbesar pernah diterima UNHCR sejak lembaga itu didirikan 69 tahun lalu





comments powered by Disqus