kabar

Ancam gugat pengguna Twitter, Arab Saudi jadi bahan ejekan

"Rezim Saudi lebih buruk ketimbang ISIS karena mereka membantai orang dan mengekspor terorisme selama berpuluh-puluh tahun #SueMeSaudi."

29 November 2015 11:11

Arab Saudi menjadi bahan ejekan di dunia maya setelah mengancam para pengguna Twitter terkait vonis hukuman mati atas penyair Asyraf Fayadh.

Seorang sumber di Kementerian Hukum Arab Saudi membisikkan kepada surat kabar Ar-Riyadh, lembaga itu bakal menuntut siapa saja pengguna Twitter mencela vonis mati terhadap Fayadh mirip dengan kebijakan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Ancaman oleh kementerian ini disampaikan setelah seorang pengguna Twitter membandingkan hukuman mati terhadap lelaki 35 tahun berdarah Palestina itu dengan dakwaan berbuat murtad atau keluar dari agama Islam sama dengan hukuman mati dilakukan ISIS. Kelompok bersenjata dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini juga memenggal orang murtad.

Menyikapi ancaman itu, para pengguna Twitter langsung bereaksi. Tanda pagar #SueMeSaudi, berarti Gugat Saya Saudi, dipenuhi banyak ejekan buat negara Kabah itu.

"Keputusan Arab Saudi untuk mengeksekusi penyair tidak berbeda dibanding ISIS. #Gugat saya," tulis akun @jswilliamssr.

"Arab Saudi, hukuman mati atas Asyraf Fayadh adalah mirip ISIS. Sekarang gugat saya," ujar @herrurbach.

Akun @marktudball bahkan mengkritik, "Rezim Saudi lebih buruk ketimbang ISIS karena mereka membantai orang dan mengkespor terorisme selama berpuluh-puluh tahun #SueMeSaudi."

Aktivis Arab Saudi, Abdul Aziz al-Audah, ditahan karena mendukung Palestina. (Twitter)

Saudi tahan kerabat ulama tersohor karena berkomentar dukung Palestina

Saudi memang telah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi teroris. 

Suhail al-Jamil, pemuda gay berusia 23 tahun asal Arab Saudi tengah berpose dengan celana pendek di sebuah pantai di Kota Jeddah, 6 Oktober 2019. (Twitter)

Arab Saudi tangkap pemuda gay bercelana pendek di pantai

Suhail mengunggah foto dirinya bercelana pendek warna coklat dengan corak tutul pada 6 Oktober lalu. Dia memang secara terbuka menyatakan dirinya adalah kaum penyuka sesama jenis.

Gereja Ath-Thahirah berlokasi di Kota Mosul, Irak. ISIS merusak bangunan ini pada 2014. (mesopotamiaheritage.org)

UEA bangun kembali dua gereja dirusak ISIS di Mosul

UEA juga akan membangun kembali Masjid Agung An-Nuri, berusia lebih dari 840 tahun. Di masjid inilah, pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mengumumkan berdirinya khilafah dengan dirinya sebagai khalifah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Calon raja Saudi surati presiden Iran minta berdamai

Pesan ingin disampaikan Bin Salman kepada Iran adalah ingin membahas isu bilateral, kondisi kawasan, dan bagaimana bisa mengakhiri perang  Yaman tanpa mempermalukan Saudi.





comments powered by Disqus