kabar

Bos baru Mossad

Yossi Cohen dikenal bersih, saleh, dan dekat dengan istri Netanyahu.

08 Desember 2015 19:08

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Senin malam lalu mengumumkan Kepala Dewan Keamanan Nasional Yossi Cohen sebagai bos baru Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Dia bakal menggantikan Tamir Pardo habis masa jabatannya Januari tahun depan.

Cohen mengalahkan dua agen senior Mossad lainnya, yakni mantan Direktur Mossad Ram Ben-Barak, kini direktur jenderal di Kementerian Intelijen, dan Wakil Direktur Mossad, hanya dikenal dengan inisial "N."

"Keputusan ini sulit," kata Netanyahu. "Ketiga kandidat benar-benar mengagumkan dan berbakat."

Cohen dilahirkan dalam keluarga Yahudi saleh di Yerusalem pada 1961. Dia menuntut ilmu di yeshiva Ohr Etzion dikepalai Rabbi Haim Drukman. Selesai melaksanakan wajib militer, dia diterima bergabung di Mossad.

Selama bertugas, Cohen memiliki spesialisasi dalam perekrutan dan penanganan agen-agen Mossad. Dia pernah mengepalai Tzomet, divisi pengumpulan informasi dan data. Dia juga pernah memimpin divisi koleksi teknologi intelijen sebelum diangkat menjadi wakil bos Mossad.

Cohen beberapa kali berbeda pendapat dengan Tamir Pardo. Karena itulah dia berusaha mencari karier di luar Mossad, hingga akhirnya dia diangkat sebagai Penasihat Keamanan Nasional Israel pada 2013.

Menurut seorang sumber, Cohen dekat dengan Sara Netanyahu, istri dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan menjalin hubungan erat dengan sejumlah pemimpin ultra-Ortodoks. Sehari sebelum penunjukan, Cohen bergabung dengan pemimpin Partai Shas Arye Dery dalam sebuah pertemuan dengan Menahem Gescheid, politikus senior dari kelompok ultra-Ortodoks dan dekat dengan lingkaran kekuasaan.

Bertahun-tahun Cohen tinggal di kawasan Ramot, Yerusalem. Dia bertetangga dengan Jaksa Agung Shai Nizan dan Direktur Shin Beth (dinas rahasia dalam negeri Israel) Yoram Cohen. Satu dasawarsa lalu, ayah empat anak ini pindah ke Modiin. Keluarga Cohen dikenal sebagai Masorti (keluarga Yahudi tradisional). Meski religius, dia cuma memakai kippa saban Shabbat.

"Penunjukan Cohen adalah pilihan alamiah," kata seorang sumber kenal betul dengan lingkaran dalam Mossad kepada Haaretz. Dia bilang Cohen bereputasi bersih dan berhubungan akrab dengan Netanyahu.

Menurut sumber ini, Cohen mesti mengembangkan kegiatan operasional Mossad karena beberapa tahun terakhir lebih tertarik dalam pengembangan teknologi.

15 anggota Mossad ditangkap di Turki pada 7 Oktober 2021. (Screenshot)

Media Turki bongkar identitas 15 informan Mossad ditangkap di negara itu

Turki menangkap jaringan Mossad itu pada 7 Oktober lalu.

Kedutaan Besar Turki di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. (Twitter)

Turki tangkap 15 informan Mossad

Bagi Mossad, Turki adalah negara sahabat karena sudah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sejak 1949.   

Ron Arad, pilot pesawat tempur Israel hilang dalam misi di Libanon pada 1986. (Israel Air Force)

Mossad ambil DNA dari satu mayat di Libanon

Pengambilan sampel DNA itu dilakukan di Desa Syith, utara Libanon.





comments powered by Disqus