kabar

Kenya negara pertama sokong iUmrah

Segera setelah mendaftar dan membayar US$ 499, dalam 3-4 jam jamaah bisa melihat langsung dari jarak jauh umrah tengah dilakukan oleh orang lain atas namanya.

11 Desember 2015 08:20

Kenya menjadi negara pertama menyokong konsep iUmrah atau pelaksanaan umrah jarak jauh dirintis oleh pengusaha asal Arab Saudi Ahmad al-Haddad.

"Saya baru saja menerima dukungan dari Dewan Tertinggi Muslim Kenya melalui surat resmi," kata Haddad, pendiri sekaligus Presiden Direktur iUmrah, kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. Dia mengharapkan Indonesia sebagai negara muslim terbesar sejagat juga memberi sokongan serupa.

Konsep iUmrah ini memberikan kemudahan bagi muslim memiliki keterbatasan waktu dan biaya buat melaksanakan umrah ke tanah suci Makkah dan Madinah di Arab Saudi. Jamaah tidak perlu pergi ke sana dan umrah dilaksanakan oleh orang lain.

Biayanya pun tidak semahal umrah konvensional, yakni rata-rata US$ 2 ribu. Jadi para calon jamaah umrah tidak perlu membeli kain ihram, mendaftar di biro perjalanan haji dan umrah, membayar tiket pesawat, visa, bekal, dan tarif hotel. Lewat iUmrah calon jamaah cukup merogoh US$ 499 atau kini setara Rp 6,9 juta.

Segera setelah mendaftar dan membayar seharga di atas, dalam 3-4 jam jamaah bisa melihat langsung dari jarak jauh umrah tengah dilakukan oleh orang lain atas namanya. "Seperti layanan taksi Uber," ujar Haddad kepada Albalad.co akhir bulan lalu.

Dalam surat diterima Albalad.co, Husain Syarif Umar al-Hamid, Ketua Dewan Tertinggi Muslim Kenya sekaligus Ketua Komite Haji Kenya, bilang gagasan iUmrah itu sangat bagus bagi umat Islam seluruh dunia. "Kami benar-benar yakin program ini bakal menolong kaum muslim di seluruh dunia, terutama yang sakit, orang muda, dan yang sudah meninggal di mana anggota keluarganya ingin melaksanakan umrah buat mereka."

Namun Haddad tidak sekadar mencari keuntungan semata. Dia bilang bila kian banyak orang memakai layanan iUmrah bikinannya, itu bisa mengurangi pengeluaran emisi karbon. Dia mengklaim tiap jamaah umrah datang ke Arab Saudi bisa mengeluarkan seribu kilogram karbondioksida.

Haddad juga menyerukan kepada para petani dari seluruh dunia untuk mendaftar. Mereka bakal diberi pesanan menanam minimal 51 pohon berukuran besar di tanah miliknya. "Nanti tiap pohon kami bayar maksimum US$ 1," tuturnya.

Petugas kebersihan mengumpulkan ribuan jangkrik mati di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Kenaikan pengidap Covid-19 di Madinah tertinggi di Arab Saudi

Riyadh, Makkah, Jeddah, dan Madinah masih menjadi kota dengan penderita Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Penderita Covid-19 wafat di Makkah bertambah menjadi sembilan orang

Secara keseluruhan, korban meninggal karena Covid-19 di Arab Saudi naik menjadi 44 orang.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arabian Business)

Sudah 150 anggota keluarga kerajaan Saudi terinfeksi Covid-19

Termasuk Gubernur Riyadh Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdul Aziz, tengah dirawat di ICU Rumah Sakit Raja Faisal.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Penderita Covid-19 di Makkah naik jadi 553 orang

Sebanyak 41 pengidap baru menyebabkan penderita Covid-19 di Madinah meningkat ke angka 331. 





comments powered by Disqus