kabar

Cucu Ayatullah Khumaini terjun ke politik

Hasan Khumaini akan ikut dalam pemilihan anggota Majelis Ahli digelar Februari tahun depan.

20 Desember 2015 15:29

Hasan Khumaini, cucu dari pendiri Republik Islam Iran Ayatullah Khumaini, Jumat lalu mendaftarkan diri untuk ikut dalam pemilihan anggota Majelis Ahli. Pemilihan lembaga berwenang mengangkat atau memberhentikan pemimpin tertinggi Iran ini akan berlangsung Februari tahun depan, bersamaan harinya dengan pemilihan parlemen.

Majelis Ahli beranggotakan 82-88 ulama dan jabatan itu disandang delapan tahun. Keanggotaan Majelis Ahli hanya boleh dijabat satu kali. Walau bertugas mengawasi kinerja pemimpin tertinggi, dalam prakteknya Majelis Ahli kerap menjadi pengikut setia pemimpin tertinggi Iran, kini dijabat oleh Ayatullah Ali Khamenei.

Keluarga mendiang Ayatullah Khumaini selama ini memilih tidak berpolitik. Namun pencalonan Hasan Khumaini, cucu Ayatullah Khumaini paling terkenal, itu menandai era baru. Meski memiliki status istimewa di mata rakyat Iran, pencalonannya harus mendapat persetujuan dari Dewan Pelindung.

Dewan Pelindung beranggotakan enam ahli fiqih Islam dipilih oleh pemimpin tertinggi dan enam ahli hukum lainnya ditunjuk oleh parlemen Iran. Dewan Pelindung bertugas menginterpretasi konstitusi, mengawasi pelaksanaan pemilihan umum, dan menyetujui calon anggota Majelis Ahli, parlemen, dan presiden.

Tiap beleid disahkan oleh parlemen mesti disetujui Dewan Pelindung baru bisa berlaku. Dewan Pelindung juga sebagai pemutus akhir dalam sengketa pemilihan umum

Hasan Khumaini, 43 tahun, dikenal sebagai ulama moderat dan merupakan penyokong Hasan Rouhani dalam pemilihan presiden dua tahun lalu. Saat mendaftar, Hasan Khumaini bilang dia akan maju sebagai kandidat independen, namun dia sudah dipandang sebagai harapan baru kaum reformis.

Dewan Pelindung sebelumnya memblokir pencalonan banyak kaum reformis dan independen untuk pemilihan umum. Paling mengejutkan pada pemilihan presiden 2013, lembaga ini menolak Ayatullah Akbar Hasyimi Rafsanjani sebagai kandidat.

Syekh Saleh bin Muhammad at-Talib, imam sekaligus khatib Masjid Al-Haram di Kota Makkah, ditahan oleh Arab Saudi sejak Agustus 2018. (Twitter)

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

Kedutaan Besar Arab Saudi di Ibu Kota Doha, Qatar. (Elhoda-group.com)

Saudi buka kembali kedutaannya di Doha beberapa hari lagi

Penerbangan langsung menghubungkan Saudi dan Qatar juga sudah dimulai sedari Senin lalu.

Gal Lousky, CEO sekaligus pendiri lembaga nirlaba Israeli Flying Aid. (ifa.org)

Israel ingin bantu korban gempa di Majene

Lembaga kemanusiaan Israel pernah mengirim misi dan bantuan kemanusiaan saat tsunami Aceh (2004), gempa Yogya (2006), dan gempa Palu (2019).

Film the Dissident bercerita soal pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post, Jamal Khashggi, atas perintah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (YouTube)

Hillary Clinton rekomendasikan untuk menonton film pembunuhan Khashoggi oleh Bin Salman

Berdasarkan hasil investigasi, Turki, CIA, Kongres Amerika, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard menyimpulkan pembunuhan Khashoggi atas perintah Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR