kabar

"Dinding kebaikan" bagi tunawisma di Iran

Bermula dari Masyhad kini menyebar ke seantero negeri.

21 Desember 2015 22:47

Suhu udara begitu menusuk - kerap di bawah 0 derajat Celcius - pada musim dingin membekap Iran saat ini telah melumerkan hati sebagian penduduk di negara Mullah itu. Dinding-dinding kebaikan bertebaran di seantero negeri.

Disebut "dinding kebaikan" karena di sana digantung jubah atau pakaian hangat bagi kaum tunawisma atau yang tidak memiliki rumah. Di sana juga terdapat tulisan: "Jika Anda tidak membutuhkan, biarkan. Bila Anda memerlukan silakan ambil."

Kegiatan amal spontan ini pertama kali terlihat di Masyhad, kota di timur laut Iran, seperti dilaporkan BBC Monitoring. Gagasan ini terbukti berhasil.

Tenbok kedermawanan menyebar ke kota-kota lain setelah foto "dinding kebaikan" disebarluaskan melalui dunia maya. Para pemilik akun mendesak agar tidak membiarkan para tunawisma menggigil kedinginan. Namun siapa penggagas tembok kebaikan ini tidak diketahui.

"Ini sebuah inisiatif besar. Harapan menyebar ke seluruh Iran," tulis sebuah akun di Facebook.

"Tembok membiarkan kita berjauhan tapi di sejumlah jalan di Syiraz mereka membikin orang kian dekat," tambah yang lain.

Ide serupa juga sebelumnya terlihat di beberapa jalan di Iran. Orang meletakkan peti pendingin untuk menaruh makanan bagi golongan tidak mempunyai rumah.

Data resmi pemerintah Iran menyebutkan tunawisma di negara ini berjumlah 15 ribu orang. Tapi bisa saja angkanya lebih dari itu lantaran kesulitan ekonomi akibat sanksi dari pihak Barat.

Di antara banjir sanjungan atas ide kedermawanan itu, ada pula komentar mempertanyakan kenapa pemerintahan Presiden Hasan Rouhani tidak berusaha lebih keras buat menolong kalangan papa.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman pakai virus bikinan Israel buat curi data dari telepon Jeff Bezos

Dua pelapor khusus PBB bilang anak dari Raja Salman itu memakai virus Pegasus bikinan NSO Group.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Israel izinkan warganya kunjungi Arab Saudi

Seorang wartawan dari stasiun televisi Israel, i24 News, bulan ini membuat laporan langsung dari Kota Jeddah.

Pengunjuk rasa menggunakan pipa buat menghancurkan kaca antipeluru di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Baghdad, Irak, 31 Desember 2019. (CNN)

Tiga roket Katyusha hantam Kedutaan Amerika di Baghdad

Setidaknya satu orang cedera. dalam serangan itu.

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.





comments powered by Disqus