kabar

ISIS beri batas 72 jam bagi Jepang buat bayar tebusan Rp 2,5 triliun

Dua sandera asal Jepang itu adalah Haruna Yukawa dan Kenji Goto.

21 Januari 2015 21:23

Melalui rekaman video dilansir di Internet, ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Selasa lalu memberi Jepang tenggat 72 jam untuk membayar tebusan US$ 200 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun. Ini sebagai syarat buat membebaskan dua warganya.

Seperti rekaman-rekaman video sebelumnya, seorang anggota ISIS berjubah dan bertopeng serba hitam berdiri dengan satu pisau di tangan kiri. Dua sandera asal negeri Matahari Terbit  - Haruna Yukawa dan Kenji Goto - berpakaian oranye berlutut di samping dia.

Anggota ISIS itu menyampaikan permintaan mereka dalam bahasa Inggris. Meski tidak menyebutkan dalam mata uang apa, terjemahan bahasa Arabnya menyatakan dalam dolar Amerika Serikat. Dia juga mendesak Jepang menghentikan sokongan terhadap perang atas ISIS dipimpin Amerika. Tidak disebutkan kapan rekaman video itu dibuat.

Dalam lawatan Sabtu pekan lalu ke Ibu Kota Kairo, Mesir, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji memberi bantuan non-militer sekitar US$ 200 juta untuk negara-negara memerangi ISIS.

Berbicara di Yerusalem, Abe mendesak ISIS segera melepaskan dua tawanan dari Jepang itu. "Ini tidak bisa dimaafkan dan saya merasa sangat sakit hati," katanya.

Kementerian Luar Negeri Jepang tengah memeriksa keaslian rekaman video itu.

Goto adalah wartawan lepas bekerja di Ibu Kota Tokyo, Jepang. Dia telah menulis sejumlah buku soal AIDS dan anak-anak di daerah konflik, mulai Afghanistan sampai Afrika. Dia juga menjadi wartawan lepas bagi sejumlah stasiun televisi di Jepang.

Goto bertemu Yukawa tahun lalu dan membantu dia pergi ke Irak pada Juni 2014.

Ayahnya Yukawa, Shoichi Yukawa, menolak berkomentar. Dia mengaku merasa sangat tertekan atas laporan-laporan itu.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus