kabar

Iran gelar lomba kartun anti-Holocaust

Ini merupakan lomba kedua dan buat membalas kartun nabi terbitan Charlie Hebdo.

02 Februari 2015 17:13

Iran menggelar lomba kartun internasional bertema membantah Holocaust. Kompetisi ini dibikin sebagai balasan atas penerbitan kartun Nabi Muhammad oleh tabloid terbitan Prancis, Charlie Hebdo.

Gara-gara publikasi kartun nabi pada 2006 itu, dua lelaki bersenjata bulan lalu menyerbu kantor redaksi Charlie Hebdo di Ibu Kota Paris. Insiden itu menewaskan 12 orang, termasuk empat kartunis.

Kompetisi kartun anti-Holocaust ini diselenggarakan oleh House of Cartoon dan kompleks kebudayaan Sarcheshmeh. Perlombaan ini menyediakan hadiah fulus US$ 12 ribu bagi juara pertama, US$ 8 ribu buat peringkat kedua, dan US$ 7.541, seperti dilansir surat kabar the Tehran Times.

Semua hasil lomba kartun ini bakal dipamerkan di the Palestine Museum of Contemporary Art di Teheran dan lokasi-lokasi lain di seantero ibu kota Iran itu.

Ini merupakan lomba kartun anti-Holocaust kedua digelar di Iran. Pada 2006 koran terbesar di negeri Mullah itu, Hamshahiri, juga menyelenggarakan kompetisi serupa buat membalas penerbitan kartun nabi oleh harian terbitan Denmark setahun sebelumnya.

Lomba kartun membantah Holocaust perdana itu juga buat menyerang standar ganda pihak Barat soal kebebasan berbicara dan parodi agama, seperti dilaporkan koran the Guardian.

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa, ulama asal Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, memimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai pasukan Nazi Jerman pada Perang Dunia Kedua saat melawat ke Kamp Auschwitz di Polandia, 23 Januari 2020. (Twitter)

Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Hubungan Saudi-Israel makin mesra setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017. 

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Iran persiapkan calon pengganti Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat seumur hidup.

Pengemudi perempuan. (Ilustrasi/daftynews.com)

Berkerudung asal-asalan di Iran, mobil bakal disita

"Sangat disesalkan, beberapa jalan di ibu kota telah berubah menjadi salon mode."





comments powered by Disqus