kabar

Setidaknya masih ada satu lagi warga Amerika disandera di Suriah

Namun juru bicara Gedung Putih menolak membuka identitas sandera itu.

11 Februari 2015 22:20

Amerika Serikat membenarkan setidaknya masih ada satu lagi warganya disandera di Suriah. Informasi ini muncul beberapa jam setelah kabar kematian Kayla Mueller, 26 tahun, relawan kemanusiaan asal Amerika, dipastikan.

Namun juru bicara Gedung Putih Josh Earnest Selasa malam lalu menolak membahas identitas sandera itu. Dia juga tidak mau bilang apakah warga Amerika itu disekap oleh ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) atau kelompok pemberontak lain. "Prinsipnya, kami tidak percaya membahas masalah itu secara terbuka terbaik buat kepentingan mereka," katanya. "Tapi ada sejumlah laporan menyebutkan setidak masih ada satu lagi warga Amerika diculik di Suriah."

Wartawan Austin Tice tidak diketahui lagi nasibnya sejak Agustus 2012 saat meliput di Suriah. Pihak keluarga tidak yakin dia menjadi sandera ISIS atau pemerintah Suriah.

Kerabat memastikan kematian Kayla Mueller akhir pekan lalu setelah menerima pesan dari ISIS beserta tiga foto. Dalam dua foto, Mueller terlihat sudah berjilbab dan sebagian wajahnya tertutup. Foto terakhir memperlihatkan mayat Mueller dikafani.

ISIS Jumat pekan lalu mengklaim Mueller tewas akibat serangan balasan Yordania. Dia mengembuskan napas terakhir setelah bangunan tempat dia berada hancur dibombardir jet-jet tempur Yordania. Negara ini melancarkan serbuan udara bersandi Syuhada Muaz untuk membalas kematian Muaz al-Kasasbih, pilot 26 tahun dibakar hidup-hidup oleh ISIS.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Menteri intelijen Israel kunjungi Sudan bahas hubungan bilateral

Cohen dan Ibrahim menandatangani sebuah nota kesepahaman untuk bekerjasama dalam masalah-masalah keamanan.

26 Januari 2021

TERSOHOR