kabar

Indonesia segera pulangkan warganya dari Yaman

Saat ini terdapat 4.174 orang Indonesia di Yaman.

19 Februari 2015 01:44

Pemerintah Indonesia telah mempersiapkan rencana memulangkan warganya dari Yaman lantaran situasi politik dan keamanan terus memburuk di negara itu.

Kondisi di negara bergolak ini mencemaskan setelah milisi Syiah Al-Hutiyun mengambil alih pemerintahan bulan ini. Mereka menolak desakan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa agar mundur dari kekuasaan.

Yaman terancam perang saudara akibat kudeta oleh milisi Al-Hutiyun karena mayoritas penduduk Sunni di negara ini menolak rezim Syiah. Krisis politik ini diperparah dengan kehadiran AQAP (Al-Qaidah di Semenanjung Arab)

"Mengingat situasi makin tidak kondusif dan untuk mengantisipasi memburuknya kondisi, pemerintah Indonesia telah mempersiapkan rencana evakuasi bagi warga negara Indonesia untuk dapat segera dipulangkan ke Indonesia," kata Kementerian Luar Negeri dalam siaran pers diterima Albalad.co kemarin.

Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaman, saat ini terdapat 4.174 orang Indonesia di sana. mereka terdiri dari 2.686 pelajar atau mahasiswa dan 1.488 buruh migran.

Pemerintah mengimbau warga Indonesia di Yaman, khususnya Ibu Kota Sanaa, untuk selalu waspada dan berhati-hati. Jakarta juga menyarankan seluruh warga Indonesia menunda kunjungan ke Yaman hingga keadaan menjadi lebih kondusif.

Pesawat kargo mengangkut bantuan kemanusiaan dari Israel bagi korban tsunami di Aceh. (Steve Stein buat Albalad.co)

Misi kemanusiaan Israel di Indonesia

Israel pertama kali melakukan misi kemanusiaan di Indonesia membantu korban tsunami Aceh.

Jet pribadi mengangkut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, untuk mengadakan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pada 22 November 2020. (Twitter)

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Pertemuan kemarin menjadi yang ketiga antara Bin Salman dan Netanyahu setelah 2017 dan 2018. 

Kafe Lorca di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Trip Advisor)

Gelombang serangan udara hantam Riyadh

Arab Saudi keteteran menghadapi Al-Hutiyun.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Misi kemanusiaan Israel di Indonesia

Israel pertama kali melakukan misi kemanusiaan di Indonesia membantu korban tsunami Aceh.

24 November 2020

TERSOHOR