kabar

Baghdadi pernah tidak naik kelas

Dia juga gagal jadi tentara karena matanya rabun.

20 Februari 2015 17:08

Dia kini teroris nomor wahid sejagat. Kepalanya seharga US$ 10 juta atau Rp 128,5 miliar. Tapi siapa sangka pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengklaim dirinya sebagai khalifah di masa mudanya tidak berprestasi. Temuan ini diungkap dua media Jerman.

Baghdadi, 44 tahun, pernah harus mengulang di sekolahnya karena nilai bahasa Inggrisnya jeblok. Meski berasal dari minoritas Sunni disukai semasa rezim Saddam Husain, dia gagal masuk angkatan darat lantaran matanya rabun. Dia juga tidak lulus ujian masuk universitas jurusan hukum. Inilah alasan dia memilih kuliah jurusan teologi Islam.

Surat kabar Suddeutsche Zeitung dan stasiun televisi ARD melansir data-data baru soal Baghdadi setelah mewawancarai penduduk Kota Samarra, kampung halaman Baghdadi di Irak.

Kota berpenduduk sekitar 350 ribu orang dan dihuni mayoritas kaum Sunni ini terletak di sebelah timur Sungai Tigris. Jaraknya 125 kilometer sebelah utara Ibu Kota Baghdad.

Di sanalah Baghdadi menghabiskan masa mudanya: bersekolah, bermain bola di jalanan sempit, dan mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak. "Mereka memanggil dia pengikut," kata sejumlah warga Samarra kepada ARD.

Para mantan tetangganya, menolak disebutkan identitas mereka, mengungkapkan Baghdadi adalah anak ketiga dari empat bersaudara dari keluarga muslim Sunni taat beragama. Dia kemudian menjadi begitu ambisius. "Dia menyukai kekuasaan dan menjadi berpengaruh," kata seorang bekas tetangga Baghdadi. "Tapi kami semua benar-benar kaget melihat dia sebagai khalifah."

Dia tergolong murid biasa-biasa saja. Bahkan nilainya terlalu rendah untuk bisa diterima di Fakultas Hukum Universitas Baghdad. Namun setelah delapan tahun belajar teologi Islam, dia muncul dengan gelar doktor pada 1999.

Suddeutsche Zeitung menulis gelar doktor itu membantu dia menjadi pemimpin ISIS dan membikin dia mampu membuat pembenaran atas nama agama buat kebrutalan-kebrutalan dilakoni milisinya. "Terorisme itu memuliakan Allah," begitu ucap Baghdadi.

Baghdadi mulai terlibat pertempuran saat Perang Teluk 1991 dan Perang Irak pada 2004. Tanpa alasan jelas, pasukan Amerika Serikat menahan Baghdadi sepuluh bulan di kamp Bucca, daerah perbatasan dengan Kuwait di selatan Irak. Kamp ini terkenal dengan sebutan akademi lantaran dihuni begitu banyak kaum Islam radikal, jihadis, dan tentara-tentara garis keras.

Dia diyakini mulai bergabung dengan Al-Qaidah di masa itu dan sejak 2007 bertanggung jawab menyusun syariat Islam demi kepentingan organisasi ini.

Beberapa pihak menyebut Baghdadi adalah murid dari Abu Musab al-Zarqawi, pemimpin AQI (Al-Qaidah di Irak). Zarqawi pula memulai hukuman penyembelihan terhadap para sandera dan mengenalkan parasut oranye sebagai seragam tawanan Al-Qaidah.

"Teman-teman sekolahnya telah dibunuh oleh ISIS," kata seorang tetangga Baghdadi kepada

Suddeutsche Zeitung. "Kemudian dia muncul sebagai emir dari organisasi ini. Itu betul-betul menakutkan."

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi saat berkhotbah Jumat awal Juli lalu di Masjid Agung di Kota Mosul, utara Irak. (www.aljazeera.com)

Abangnya Baghdadi bolak balik Suriah-Istanbul tanpa ketahuan

Yang mengherankan, menurut kedua pejabat intelijen Irak itu, Turki tidak pernah mengetahui pergerakan bebas Juma bolak balik Suriah-Istanbul.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

ISIS tunjuk pengganti Baghdadi

Pemimpin baru ISIS bernama Abu Ibrahim al-Hasyimi al-Quraisyi.

Pemimpin milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi muncul dalam rekaman video dilansir pada 29 April 2019. (Twitter)

Baghdadi bunuh diri bareng dua anaknya berumur di bawah 12 tahun

Meski Baghdadi telah meninggal, McKenzie menegaskan ISIS belum kalah.

Pemimpin baru ISIS Abdullah Qardasy. (New York Post)

Mantan perwira militer di zaman Saddam jadi pemimpin baru ISIS

Abdullah Qardasy dikenal sebagai Profesor sekaligus Perusak. Dia sangat setia kepada Baghdadi. Dia kejam, otoriter, namun populer dan sangat dihormati di kalangan anggota ISIS.





comments powered by Disqus