kabar

25 persen lelaki Arab jalani operasi plastik

Kebanyakan klien dari Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

02 Januari 2016 10:22

Beragam laporan menunjukkan makin banyak kaum adam di Timur Tengah doyan menjalani operasi plastik.

Dr Toni Nassar, ahli operasi plastik tersohor asal Libanon, bilang jumlah pasien lelaki Arab telah menjalani operasi kecantikan meningkat dari lima persen menjadi 25 persen. Kebanyakan klien dari Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Di UEA saja, para dokter melaporkan 40 persen pasien menjalani operasi plastik adalah laki-laki.

Skin Clinic, klinik kecantikan terpopuler di Kuwait, menyebutkan kian bertambah pria Kuwait menjalani suntik botoks, seperti dilansir Arab Times.

Konsultan penyakit kulit dan laser kosmetik Dr Ghanimah al-Umar mengungkapkan 35 persen pasiennya adalah lelaki menjalani suntik botoks dan pemutihan kulit.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Ulama Arab Saudi, Syekh Umar al-Muqbil. (Twitter)

Arab Saudi tangkap ulama karena kritik soal konser musik

Syekh Umar al-Muqbil menilai konser musik internasional dapat menghapus budaya asli masyarakat Saudi.





comments powered by Disqus