kabar

Semua diplomat Iran telah tinggalkan Arab Saudi

Arab Saudi juga sudah menutup kedutaannya di Teheran dan memulangkan seluruh diplomatnya.

06 Januari 2016 11:42

Seluruh diplomat Iran kemarin telah meninggalkan Arab Saudi setelah diusir oleh pemerintah negara Kabah itu. Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan negeri Persia itu Ahad malam lalu setelah kantor kedutaan besarnya di Teheran diserbu pengunjuk rasa.

"Semua diplomat Iran, sekitar 30 orang, sudah meninggalkan negara ini Selasa (kemarin)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi Usamah Nugali. Dia menambahkan para diplomat dan pejabat itu bertugas di Kedutaan Iran di Ibu Kota Riyadh dan Konsulat Iran di Kota Jeddah.

Hubungan kedua negara memburuk setelah Arab Saudi Sabtu pekan lalu mengeksekusi mati ulama Syiah Syekh Nimr Baqir an-Nimr. Pemancungan terhadap Syekh Nimr ini juga memicu kemarahan kaum Syiah di seluruh dunia.

Riyadh memang memberikan waktu 48 jam bagi semua diplomat Iran untuk meninggalkan negara Dua Kota Suci ini. Arab Saudi juga sudah menutup kedutaannya di Teheran dan memulangkan seluruh diplomatnya.

Bahrain dan Sudan mengambil langkah serupa. Sedangkan Uni Emirat Arab menurunkan level hubungan diplomatik dengan Iran dari duta besar menjadi kuasa usaha. Kuwait juga memulangkan duta besarnya dari Teheran.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Demonstran menyerbu masuk dan membakar Kedutaan Arab Saudi di Ibu Kota Teheran, Iran pada Ahad, 3 Januari 2016. (Iranian Media/Al-Arabiya.net)

Swiss akan keluarkan visa umrah bagi warga Iran

Saudi menolak memperbaiki hubungan dengan Iran hingga negara Mullah ini berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara Arab lainnya.

Wakil Putera Mahkota sekaligus Ketua Dewan Perekonomian dan Pembangunan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Twitter/@SaudiMonarchy)

Anak raja Saudi pastikan tidak akan terjadi perang dengan Iran

"Karena perang antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi permulaan dari petaka besar di kawasan (Timur Tengah)," kata Pangeran Muhammad bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR