kabar

Anak raja Saudi pastikan tidak akan terjadi perang dengan Iran

"Karena perang antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi permulaan dari petaka besar di kawasan (Timur Tengah)," kata Pangeran Muhammad bin Salman.

08 Januari 2016 03:19

Wakil Putera Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman memastikan negaranya tidak akan berperang dengan Iran.

"Karena perang antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi permulaan dari petaka besar di kawasan (Timur Tengah)," kata putera dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini dalam wawancara khusus dengan majalah the Economist Senin lalu. "Tentu saja kami tidak akan membiarkan hal itu (perang) terjadi."

Apalagi, menurut dia, sebagian besar masyarakat internasional tidak menginginkan perang antara dua musuh bebuyutan ini meletup.

Dalam pernyataan pers tahunan disampaikan di kantornya kemarin, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Arab Saudi dan Iran menahan diri sehingga situasi tidak makin memburuk. "Sebagai negara memiliki hubungan baik dengan kedua negara itu, Indonesia telah menawarkan diri untuk ikut membantu upaya penyelesaian secara damai."

Hubungan Arab Saudi dan Iran memburuk setelah negara Kabah itu Sabtu pekan lalu mengeksekusi mati ulama Syiah Syekh Nimr Baqir an-Nimr bareng 46 orang lainnya. Mereka divonis hukuman mati atas dakwaan terlibat kegiatan terorisme.

Sehari kemudian, setelah kedutaannya diserbu pengunjuk rasa, Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Kisruh kian keruh setelah Arab Saudi menghentikan hubungan dagang dan jalur penerbangan kedua negara.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Melepas Saudi dari belenggu Wahabi

"Ketika kita berkomitmen pada satu paham atau ulama saja, ini berarti kita mendewakan manusia," ujar Bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz. (Middle East Eye)

Bin Salman bebaskan pamannya dari tahanan

Di kalangan keluarga Bani Saud, Pangeran Ahmad dipandang lebih pantas menjadi raja Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ingin Saudi dan Iran menjalin hubungan baik dan istimewa

Bin Salman beberapa tahun lalu sesumbar ingin menciptakan perang di Iran. Sebaliknya, perang dilancarkan negara Kabah itu terhadap milisi Al-Hutiyun di Yaman sokongan Iran telah menyebabkan Saudi keteteran.

Keluarga kerajaan Yordania, termasuk Raja Abdullah bin Husain dan saudara tirinya, Pangeran Hamzah bin Husain, pada 11 April 2021, berziarah ke makam keluar di kompleks istana Raghdan di Ibu Kota Amman, Yordania. (Jordan's Royal Court)

Bin Salman diduga dukung rencana Israel untuk gulingkan raja Abdullah

Bin Salman dijanjikan mendapat kewenangan untuk mengurus situs-situs agama di Yerusalem, selama ini dipegang oleh Yordania.





comments powered by Disqus