kabar

Berniat jihad ke Suriah malah jadi tukang masak buat ISIS

Ahmad Junaidi juga kecewa karena gajinya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

22 Januari 2016 16:19

Barangkali Abdul Hakim Munabari alias Abu Imad tadinya bergelora pergi ke Suriah dengan niat berperang bareng milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Namun bukannya berada di medan tempur, dia malah menjadi tukang masak bagi jihadis ISIS.

"Saya menjadi koki dan itu memang sesuai keahlian saya," kata Abdul Hakim kemarin dalam keterangannya sebagai saksi untuk terdakwa Apri Mul, dalam sidang kasus terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. "Perjanjiannya memang seperti itu sebelum berangkat."

Majelis hakim atau jaksa tidak menanyakan apakah Abdul Hakim kecewa dengan perannya itu. Selain menjadi koki, Abdul Hakim mengaku juga berdagang.

Dia bilang berada di Suriah sekitar delapan bulan. Dia menjelaskan berangkat pada 2013 bareng sembilan orang lainnya, termasuk Salim Mubarak at-Tamimi alias Abu Jandal. "Abu Jandal datang cuma 15 hari langsung pulang. Dia kembali lagi ke Suriah pada 2014, saya pulang," katanya.

Berdasarkan dokumen pengadilan diperoleh Albalad.co, pada 23 Maret 2014 Abu Jandal bareng 18 orang lainnya, termasuk Hilmi Muhammad al-Amudi alias Abu Rayyan (pengasuh pondok pesantren Al-Mukmin, Malang, Jawa Timur), Ahmad Junaidi alias Abu Salman alias Jun, Abdul Hakim Munabari alias Abu Imad, dan Ridwan Sungkar alias Abu Bilal alias Iwan berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Setelah sekitar setengah tahun di sana, Hilmi Muhammad al-Amudi, Ahmad Junaidi, Abdul Hakim Munabari, dan Ridwan Sungkar kembali ke Indonesia. Sepulangnya dari Suriah, Hilmi al-Amudi selama Juni hingga Desember 2014 telah memberangkatkan 39 orang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Abu Jandal terkenal lewat rekaman video diunggah di YouTube. Dalam video itu itu, dia mengancam menyerang obyek-obyek vital dan panglima Tentara Nasional Indonesia.

Semangat jihad Ahmad Junaidi mengendur karena gaji dijanjikan tidak sesuai. Apalagi dia ditugaskan bukan di medan tempur, tapi menjaga pos pemeriksaan. "Dia tadinya tukang bakso dengan pendapatan rata-rata Rp 2 juta sebulan. Ketika ikut ISIS cuma dapat Rp 800 ribu tiap bulan," kata seorang peneliti ISIS kepada Albalad.co.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.





comments powered by Disqus