kabar

Satu warga Arab Saudi buang setengah ton makanan setahun

Makanan terbuang tahun ini sekitar 14 juta ton.

23 Januari 2016 22:02

Kebiasaan buruk warga Arab Saudi membuang-buang makanan mendapat perhatian dari pihak istana. Menurut Menteri Pertanian Abdurrahman al-Fadli, Raja Salman bin Abdul Aziz telah memerintahkan pembentukan komite buat mengurangi tindakan mubazir itu.

Menurut hasil sebuah penelitian berjudul "Pengurangan Makanan Terbuang" disampaikan Wakil Menteri Pertanian Urusan Perkotaan dan Pedesaan Yusuf as-Saif dalam sebuah seminar, tiap orang di negara Kabah itu membuang 1,2-1,4 kilogram makanan sehari atau 511 kilogram setahun.

Sebuah penelitian terbaru memperkirakan pertumbuhan penduduk Arab Saudi bakal makin menambah jumlah makanan terbuang, dari 14 juta ton tahun ini menjadi 17,5 juta ton pada 2020. Biaya untuk mengumpulkan makanan sisa itu sekitar 360 juta riyal per tahun.

Biasanya makanan mubazir itu muncul saban kali selesai pesta pernikahan atau kegiatan digelar.

Syekh Saleh bin Humaid, imam sekaligus khatib di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, bilang membuang makanan adalah dosa dan pelakunya mesti dihukum.

Mufti Agung Mesir Syekh Syauqi Ibrahim Abdul Karim Allam. (Dar al-Ifta)

Mufti agung Mesir kembali bilang bergabung dengan Al-Ikhwan al-Muslimun haram

Dewan Ulama Senior Arab Saudi Pada November tahun lalu juga menyatakan Al-Ikhwan sebagai kelompok teroris.

Sebuah poster mengajak para pemilih menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan presiden digelar pada 18 Juni 2021, dipasang di tepi jalan di Ibu Kota Teheran, Iran. (Iran International)

Segelap masa lalu presiden baru Iran

Hasil ini seolah pesan Raisi bakal menggantikan Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran selanjutnya.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan Ibrahim Raisi, baru menang pemilihan presiden Iran digelar pada 18 Juni 2021. (Twitter)

Seruan boikot oleh Ahmadinejad sukses, jumlah pemilih Iran tidak sampai 50 persen

"Siapapun menang dalam pemilihan presiden ini nantinya akan mengatakan dia tidak dapat memperbaiki persoalan ekonomi karena campur tangan orang-orang berpengaruh," kata warga Teheran bernama Ali Husaini.

Ibrahim Raisi, presiden terpilih Iran dari hasil pemilihan umum digelar pada 18 Juni 2021, ketika bertemu pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah di Libanon pada 2018. (Twitter)

Ibrahim Raisi terpilih sebagai presiden baru Iran

Jumlah pemilih menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden kali ini terendah sejak Republik Islam Iran dibentuk pada 1979, yakni 48,8 persen.





comments powered by Disqus