kabar

Sisi pemimpin Arab berpengikut terbanyak di Facebook

Disusul Ratu Rania dari Yordania dengan 5,5 juta pengikut

25 Januari 2016 20:32

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi menjadi pemimpin di Timur Tengah tersohor. Dia memuncaki daftar pemimpin Arab memiliki pengikut terbanyak di Facebook.

Sisi mempunyai enam juta pengikut di akun Facebooknya, disusul Ratu Rania dari Yordania dengan 5,5 juta pengikut, menurut hasil penelitian berjudul 'Pemimpin Dunia di Facebook' dilakukan oleh Burson-Marsteller, perusahaan konsultan dan hubungan kemasyarakatan.

Penelitian itu melihat bagaimana para pemimpin dunia berkomunikasi lewat media sosial. Selama delapan tahun terakhir, Facebook menjadi media sosial pilihan pemimpin dunia untuk berkomunikasi dengan konstituten. Menurut hasil studi ini, 169 dari 192 pemimpin negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki akun Facebook.

Untuk kawasan Teluk Persia, Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab dan Emir Dubai, menjadi pemimpin paling populer di sana. Dia memiliki 3,1 juta pengikut di Facebook sejak membikin akun pada 2009.

Secara global, Presiden Amerika Serikat Barack Husain Obama menjadi pemimpin paling banyak mempunyai pengikut di Facebook, yakni 46 juta. Disusul Perdana Menteri India Narendra Modi (31 juta), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Indonesia Joko Widodo, dan Abdil Fattah as-Sisi di posisi kelima.

Ahmad berunjuk rasa sendirian pada 28 Februari 2019 di Alun-alun Tahrir, jantung Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia menuntut Presiden Abdil Fattah as-Sisi mundur. (Twitter)

Demonstran solo ditangkap karena minta Presiden Sisi mundur

"Saya sedang dalam mobil polisi dan mereka berusaha mengambil telepon seluler saya. Mereka menangkap lelaki lainnya bersama saya," kata Muhi dalam video itu.

Yair Netanyahu dan pacarnya Sandra Leikanger. (dagen.no)

Facebook blokir akun anak Netanyahu karena berkomentar anti-muslim

"Semua orang Yahudi pergi (dari Israel) atau warga Palestina angkat kaki," tulis Yair. "Saya lebih suka pilihan kedua."

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad at-Tayyib di kantornya di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Para pemimpin agama di Mesir masih setia sokong Sisi

Syekh Ali Jumaa menyamakan Revolusi 30 Juni dengan peristiwa penaklukan Makkah di zaman Rasulullah dan hari kelahiran Nabi Muhammad.





comments powered by Disqus