kabar

Tolak minuman anggur, Rouhani batalkan makan siang dengan Hollande

Iran menolak sarapan bareng sebagai pengganti karena dianggap murahan.

28 Januari 2016 20:58

Agenda makan siang antara Presiden Prancis Francois Hollande dan tamunya, Presiden Iran Hasan Rouhani, dibatalkan. Sebab tuan rumah menolak menghapus minuman anggur dari menu makan siang kedua pemimpin itu.

Rouhani tengah berkeliling ke sejumlah negara Eropa - lawatan pertamanya ke Benua Biru itu - setelah sanksi ekonomi atas Iran dicabut bulan ini. Acara makan siang dijadwalkan di sebuah restoran mewah itu gagal lantaran Iran meminta menu halal dan bebas minuman anggur.

Para pejabat Prancis menegaskan pihaknya tetap menyajikan menu makanan lokal dilengkapi minuman anggur. Kalau memenuhi permintaan Iran, kata mereka, melanggar tradisi negara Mode itu.

Pihak Istana Elysee menyarankan sarapan bareng sebagai pengganti, namun tawaran ini ditolak Iran karena menganggap murahan. "Kedua pemimpin itu kehilangan kesempatan bertemu dalam suasana santai," kata seorang sumber kepada stasiun radio Prancis RTL.

Sebelum terbang ke Paris, Rouhani berkunjung ke Italia. Di sana tidak terjadi insiden. Patung-patung bugil koleksi Museum Capitoline di Ibu Kota Roma, menjadi tempat pertemuan Rouhani dan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, sudah dibungkus sebelum tamu negara itu hadir.

Kunjungan Rouhani ke negeri Pizza itu menghasilkan kesepakatan bisnis senilai 12 miliar pound sterling.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 

Mufti ISIS Syifa an-Nikmah ditangkap polisi Irak di Kota Mosul, 16 Januari 2020. (Twitter)

Irak tangkap mufti ISIS berbadan gembrot

Syifa adalah orang mengeluarkan fatwa untuk melaksanakan hukuman mati dan menghancurkan tempat-tempat bersejarah di Mosul, termasuk kubur Nabi Yunus. 

Revital, putri dari seorang rabbi, berpose di depan altar Sinagoge Zargariyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika berlakukan lagi sanksi ekonomi atas Iran

Iran baru menikmati pencabutan sanksi ekonomi sejak Januari 2016.





comments powered by Disqus