kabar

Identitas warga Indonesia ditahan di Saudi atas tuduhan terorisme telah diketahui

Pemerintah tidak akan mengajukan protes meski Arab Saudi melanggar konvensi internasional.

02 Februari 2016 03:07

Pemerintah Indonesia sudah mengetahui identitas warganya ditahan di Arab Saudi atas tuduhan terorisme.

Aparat keamanan negara Kabah itu pekan lalu membekuk 33 orang diduga terlibat kegiatan terorisme, seperti dilansir surat kabar Saudi Gazette kemarin dengan mengutip seorang sumber. Mereka yang ditahan terdiri dari 14 warga Saudi, Amerika Serikat (9), Yaman (3), Suriah (2), dan masing-masing satu warga Indonesia, Filipina, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, serta Palestina.

Namun sumber itu tidak mengungkap identitas mereka. Pemerintah Saudi pun belum mengumumkan nama 33 tersangka itu.

"Indikasi satu WNI (warga negara Indonesia) sudah kita peroleh tapi kita tidak dalam kapasitas untuk sampaikan ke publik lebih dulu sebelum semua jelas," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini. Dia pun menolak memberitahu inisial warga Indonesia itu.

Menurut konvensi internasional, pemerintah Saudi mesti memberitahu kantor perwakilan diplomatik bersangkutan bila ada warga asing ditahan dalam 1x24 jam. Tapi Saudi tidak melakukan itu meski penangkapan terjadi pekan lalu.

Retno mengaku akan meminta penjelasan resmi soal penangkapan satu warga Indonesia, tapi bukan dalam bentuk nota protes. "Kenapa protes?"

Pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, baru mencari tahu masalah ini setelah kasus penangkapan 33 orang, termasuk satu dari Indonesia itu, dilansir media setempat. "Sedang dikoordinasikan oleh perwakilan RI di Arab Saudi dengan otoritas setempat. Kami belum mendapatkan informasi," tutur Retno saat ditanya Albalad.co kemarin.

Saudi memang tengah giat memberantas terorisme. Apalagi Jumat pekan lalu terjadi serangan teror terhadap jamaah Syiah tengah salat Jumat di Masjid Imam Rida di Al-Ahsa, timur Saudi. Dua insiden serupa atas masjid Syiah juga terjadi di negeri Dua Kota Suci itu tahun lalu dan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengaku bertanggung jawab.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas saat mengunjungi Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, 24 November 2021. (haramainsharifain.com)

Saudi cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia mulai 1 Desember

Larangan berkunjung ke Saudi masih berlaku bagi warga asal Afghanistan, Ethiopia, Turki, dan Libanon.

Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Bin Salman tahan dua pangeran sejak 2018

Bin Salman sejak Maret tahun lalu juga menahan 20 pangeran senior, termasuk mantan Putera Mahota Pangeran Muhammad bin Nayif dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada 24 November 2021 menziarahi makam Raja Muhammad, kakek dari Raja Muhammad, penguasa maroko saat ini, di Ibu Kota Rabat, Maroko. (Israel's Defense Ministry)

Maroko jadi negara Arab pertama teken kerjasama pertahanan dengan Israel

Sebelum pulang ke Israel malam ini, Gantz bakal mengunjungi Sinagoge Talmud Torah di Rabat.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq ar-Rabiah di Kota Makkah, Arab Saudi, 22 November 2021. (Biro Pers Kementerian Agama)

Jamaah umrah Indonesia divaksinasi Sinovac atau Sinopharm wajib karantina tiga hari di Makkah

"Sedangkan jamaah telah divaksinasi dengan vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson tidak perlu karantina, bisa langsung menjalani ibadah umrah," ujar Eko. 





comments powered by Disqus