kabar

40 orang akan diadili dalam kasus derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram

Sebanyak 30 tersangka dari Saudi Binladin Group. Jumlah yang bakal diadili akan bertambah.

02 Februari 2016 13:01

Sekitar 40 orang akan diadili di tiga jenis pengadilan di Jeddah atas dakwaan terlibat dalam kasus jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, September tahun lalu.

Insiden saat hujan deras dibarengi angin kencang itu menewaskan 111 jamaah haji dan melukai 238 lainnya. Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan penyelidikan dan mengenakan sanksi terhadap Saudi Binladin Group, perusahaan konstruksi mengerjakan proyek perluasan Masjid Al-Haram.

Mengutip sejumlah sumber, surat kabar Al-Watan melaporkan 40 orang itu terdiri dari 30 pejabat tinggi, direktur, dan teknisi Binladin Group, serta sepuluh lainnya dari lembaga pemerintah.

Para sumber itu mengungkapkan jumlah terdakwa bakal bertambah karena Biro Penyelidik dan Penuntut Umum Makkah akan menginterogasi tersangka lainnya pekan depan. Sumber yang sama menyebutkan jaksa sedang mempersiapkan daftar tuntutan terhadap 40 orang itu.

Pengadilan khusus akan menangani aspek kejahatan dalam kasus itu dan vonisnya berupa hukuman penjara. Pengadilan umum menyidangkan masalah diyyah (uang darah) dan kompensasi, sedangkan pengadilan administratif bakal mempersoalkan tentang pelanggaran kontrak diteken Binladin Group dengan sejumlah kementerian dan institusi pemerintah.

Komite investigasi dibentuk atas perintah Raja Salman telah memeriksa lebih dari 200 orang, termasuk insinyur, manajer, dan anggota direksi Binladin Group soal kecelakaan itu.

Tim investigasi juga sudah mengunjungi lokasi kejadian dan mempelajari rekaman kamera pengintai terpasang di sekitar tempat kecelakaan.

Sumber-sumber itu mengungkapkan derek jatuh itu mestinya berada di posisi berbeda saat angin mulai bertiup.

Jatuhnya derek raksasa di Masjid Al-Haram ini disusul tragedi Mina dua pekan kemudian, menewaskan lebih dari dua ribu jamaah haji versi investigasi Associated Press. Namun sampai sekarang hasil penyelidikan belum diumumkan.

Sebuah alat derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat, 11 September 2015. (Arab News)

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Suasana di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi,  setelah sebuah derek raksasa jatuh pada 11 September 2015. Insiden ini menewaskan 111 jamaah haji dan melukai lebih dari 200 orang lainnya.  (Al-Arabiya)

Arab Saudi akan adili ulang kasus derek jatuh di Masjid Al-Haram

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz juga belum menepati janji untuk membayar santunan satu juta riyal bagi keluarga korban meninggal dan 500 ribu riyal kepada kerabat korban cedera.

Sebuah derek raksasa roboh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. I siden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji melukai 238 orang lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah putuskan tidak ada uang darah bagi korban derek jatuh

Pengadilan juga membebaskan 13 karyawan Saudi Binladin Group, bertanggung jawab atas pengoperasian derek raksasa, dari semua dakwaan.

Sebuah derek raksasa jatuh di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. Insiden pada 11 September 2015 ini menewaskan 108 jamaah haji dan melukai 238 lainnya. (Saudi Gazette)

Pengadilan Makkah bebaskan 13 terdakwa dalam kasus derek jatuh

Sudah dua tahun lebih, keluarga korban belum menerima santunan dijanjikan Raja Salman.





comments powered by Disqus