kabar

ISIS penggal kepala remaja 14 tahun karena tidak salat Jumat

Orang tua korban dipaksa menonton pemancungan itu.

05 Februari 2016 01:36

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Jarablus, kota di utara Suriah berbatasan dengan Turki, Sabtu pekan lalu memenggal seorang remaja lelaki 14 tahun lantaran tidak salat Jumat.

Karena kesalahannya itu, ISIS menghukum mati remaja tidak disebut identitasnya ini atas dakwaan murtad.

Aktivis setempat Nasir Taljbini bilang pemancungan itu berlangsung di tempat terbuka disaksikan lusinan orang. "Termasuk orang tua korban dipaksa menyaksikan pemenggalan kepala anak mereka," katanya kepada ARA News.

Jarablus termasuk salah satu rute masuknya jihadis asing dari Turki ke Suriah. Pasukan Kurdi bulan lalu menggempur militan ISIS dengan mortir dan artileri.

"Jika kami berhasil mengambil alih Jarablus, kami bisa memblokir salah satu rute utama masuknya teroris asing dari Turki ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS," ujar Nuraddin Gabani, juru bicara milisi Kurdi YPG (Pasukan Perlindungan Rakyat).

Irak telah menangkap Menteri Keuangan ISIS Sami Jasim al-Jaburi alias Haji Hamid. (Telegram)

Irak tangkap menteri keuangan ISIS

Haji Hamid dibekuk di luar wilayah Irak.

Lokasi serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Dikira ISIS, serangan Amerika di Kabul tewaskan sembilan warga sipil

Korban meninggal termasuk enam anak. Mereka semua satu keluarga.

Pasukan Taliban memperketat penjagaan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. (Al-Hijrat)

Taliban: Serangan pesawat nirawak Amerika tewaskan beberapa pengebom bunuh diri ISIS

Biden kemarin sudah memperingatkan ada ancaman serangan ISKP hingga Selasa pekan depan, merupakan tenggat terakhir pemulangan pasukan Amerika dari Afghanistan. 

Kepulan asap terlihat setelah sebuah roket menghantam sebuah rumah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Pesawat nirawak Amerika ledakkan kendaraan berbahan peledak tengah menuju bandar udara Kabul

Dalam insiden terpisah, sebuah roket menghantam satu rumah di Kabul. Kantor berita Asvaka menulis kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya. 





comments powered by Disqus