kabar

Kebanyakan pemuda Arab Saudi siap nikahi janda atau perawan tua

Sebanyak 77,3 persen pemuda mau menikahi janda cerai hidup, 67,2 persen siap berumah tangga dengan janda cerai mati, dan 74,6 persen ingin mengikat tali perkawinan dengan perawan tua.

05 Februari 2016 11:45

Ini menjadi kabar baik bagi kaum hawa di Arab Saudi. Sebab sebagian besar pemuda lajang di negara itu menyatakan siap menikahi janda atau perawan tua.

Menurut hasil survei dilakukan the Charitable Society for Marriage and Family Counseling, lembaga nirlaba berkantor di Kota Jeddah, 77,3 persen pemuda mau menikahi janda cerai hidup, 67,2 persen siap berumah tangga dengan janda cerai mati, dan 74,6 persen ingin mengikat tali perkawinan dengan perawan tua.

Abdullah bin Muhammad Matbuli, pejabat senior dari organisasi itu, bilang selama ini kebanyakan masyarakat memandang negatif kepada kaum janda dan perawan tua. "Masyarakat bertanggung jawab untuk melindungi seluruh perempuan dengan memberi kesempatan kepada mereka memulai hidup baru," katanya.

Menurut Kementerian Perencanaan dan Perekonomian Arab Saudi, pada 2011 lebih dari 1,5 juta dari 4,5 juta perempuan Saudi berusia di atas 30 tahun masih berstatus perawan.

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Amerika akan kirim tiga ribu tentara lagi buat jaga Arab Saudi

Keputusan untuk menambahkan pasukan Amerika di Saudi ini terjadi sebulan setelah dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang.

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi Filippo Grandi menyerahkan sertifikat penunjukan pangeran asal Qatar Syekh Tsani bin Abdullah bin Tsani ats-Tsani sebagai UNHCR Eminent Advocate kepada perwakilannya, Syekh Khalifah bin Tsani ats-Tsani di markas UNHCR di Kota Jenewa, Swiss, 9 Oktober 2019. (UNHCR/Jean Marc Ferré)

Pangeran Qatar jadi UNHCR Eminent Advocate setelah sumbang Rp 495 miliar buat pengungsi Bangladesh dan Yaman

Itu merupakan sumbangan terbesar pernah diterima UNHCR sejak lembaga itu didirikan 69 tahun lalu





comments powered by Disqus