kabar

UEA akan punya menteri kebahagiaan dan menteri toleransi

Nantinya juga akan ada Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan.

09 Februari 2016 17:50

Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum kemarin mengumumkan akan mengurangi jumlah kementerian tapi bakal menambah menteri bertanggung jawab atas isu-isu nasional strategis.

Perombakan kabinet ini juga bakal menambah dua menteri baru, yakni menteri negara urusan kebahagiaan dan menteri negara urusan toleransi.

Syekh Muhammad bin Rasyid menjelaskan menteri kebahagiaan bertugas menyalurkan kebijakan dan rencana-rencana untuk mewujudkan masyarakat lebih berbahagia serta menciptakan kebaikan dan kepuasan sosial. "Menteri toleransi akan berupaya menanamkan toleransi sebagai nilai dasar dari masyarakat UEA," katanya.

Lewat akun Twitter resminya, emir Dubai itu bilang ingin membentuk sebuah pemerintah menempatkan kebahagiaan warga negara sebagai prioritas utama. "Kita perlu sebuah pemerintah bertujuan membangun masyarakat berbudi luhur, lingkungan memaafkan, keluarga dekat, generasi terdidik, dan kesempatan ekonomi sama bagi semua," tulis Syekh Muhammad bin Rasyid.

Perubahan juga akan mencakup penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pendidikan Tinggi disokong oleh dua menteri negara, perubahan nama Kementerian Tenaga Kerja menjadi Kementerian Sumber Daya Manusia dan Emiratisasi, serta Kementerian Sosial menjadi Kementerian Pembangunan Masyarakat. Nantinya juga akan ada Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan.

Puteri Haya binti Husain hadir dalam sidang kasus perceraiannya dengan Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, berlangsung di sebuah pengadilan di Ibu Kota London, Inggris, 9 Oktober 2019. (Sky News)

Emir Dubai tidak hadiri lagi sidang kasus perceraiannya

Sidang selanjutnya dilangsungkan bulan depan.

Pagar tempat tinggal Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum di Surrey, Inggris. (Daily Mail)

Bangun pagar rumah, emir Dubai tebang 30 pohon bersejarah

Pohon-pohon berumur ratusan tahun itu merupakan tanaman dilindungi berdasarkan keputusan Dewan Kecamatan Surrey pada 1948.

Emir Dubai Syekh Mugammad bin Rasyid al-Maktum bersama istri, Puteri Haya binti Husain, serta dua anak mereka, Al-Jalila dan Zayid. (Twitter)

Puteri Haya hadiri sidang gugatan cerai di London

Syekh Muhammad bin Rasyid mengajukan gugatan cerai karena menuding Puteri Haya telah berselingkuh dengan pengawal pribadinya, Russell Flowers.

Puteri Haya binti Husain, istri dari Emir Dubai Syekh Muhammad bin Rasyid al-Maktum, bersama kedua anak mereka, Al-Jalila dan Zayid. (Twitter)

Istri emir Dubai sudah lama berencana kabur

Puteri Haya lari setelah tahu suaminya berlaku buruk terhadap anak sendiri.





comments powered by Disqus