kabar

Presiden Sisi bertemu 36 pemimpin Yahudi Amerika

Dua hari sebelumnya, mereka diterima Erdogan. ""Dan kita juga harus mengakui kita membutuhkan Israel. Ini sebuah kenyataan di kawasan," ujar Erdogan.

12 Februari 2016 21:33

Presiden Mesir Abdil Fattah as-Sisi kemarin menggelar pertemuan dua jam dengan 36 pemimpin Yahudi Amerika di Ibu Kota Kairo.

Sebanyak 36 pentolan Yahudi asal Amerika Serikat ini berasal dari the Conference of Presidents of Major American Jewish Organizations. Mereka melawat ke negara Nil itu untuk menemui sejumlah pejabat Mesir, termasuk Sisi, membahas soal penguatan kerja sama keamanan dengan Israel.

"Kami menghasilkan sebuah kesepahaman lebih luas soal tantangan dan peluang, serta bagaimana kami bisa memainkan peran konstruktif soal itu dan memajukan kerja sama internasional," kata 36 pemimpin Yahudi Amerika ini lewat pernyataan tertulis.

Mereka mengungkapkan pertemuan dengan Sisi juga membahas isu-isu domestik dan internasional, termasuk hubungan Amerika-Mesir dan Israel-Mesir, ancaman di kawasan, terutama oleh organisasi teroris, dan Iran sehabis sanksi ekonomi dicabut.

Pemerintahan Sisi bekerja sama erat dengan Israel seputar masalah keamanan, termasuk perang dilakukan Mesir terhadap jihadis berafiliasi dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Semenanjung Sinai serta blokade atas Jalur Gaza.

Lawatan ke Kairo ini berlangsung dua hari, setelah para pentolan Yahudi Amerika dipimpin Malcolm Hoenlein itu bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di kediamannya di Kota Istanbul. Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu juga bertemu mereka.

Itu merupakan pertemuan pertama para pemimpin Yahudi Amerika dengan pejabat-pejabat Turki sejak pertemuan 2009 di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos. Kala itu, Erdogan mengecam Israel atas agresi ke Gaza.

Erdogan bilang kepada sebuah surat kabar Turki Desember tahun lalu, dia berharap bisa memperbaiki kembali hubungan dengan Israel.

Bulan lalu dia mengatakan kepada media Turki, Israel perlu negara seperti Turki di kawasan ini. "Dan kita juga harus mengakui kita membutuhkan Israel. Ini sebuah kenyataan di kawasan," ujar Erdogan.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Ahmad berunjuk rasa sendirian pada 28 Februari 2019 di Alun-alun Tahrir, jantung Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia menuntut Presiden Abdil Fattah as-Sisi mundur. (Twitter)

Demonstran solo ditangkap karena minta Presiden Sisi mundur

"Saya sedang dalam mobil polisi dan mereka berusaha mengambil telepon seluler saya. Mereka menangkap lelaki lainnya bersama saya," kata Muhi dalam video itu.

Peluru nyasar ditemukan dalam sebuah rumah di Nitzana, Israel, pada 20 Desember 2018. (Courtesy)

Jenderal Mesir kunjungi Israel buat minta maaf atas peluru nyasar

Pada November 2017, seorang serdadu Israel cedera ringan terkena peluru nyasar dari Mesir.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman bertemu Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmad at-Tayyib di kantornya di Ibu Kota Kairo, Mesir, 5 Maret 2018. (Al-Arabiya/Supplied)

Para pemimpin agama di Mesir masih setia sokong Sisi

Syekh Ali Jumaa menyamakan Revolusi 30 Juni dengan peristiwa penaklukan Makkah di zaman Rasulullah dan hari kelahiran Nabi Muhammad.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR