kabar

Iran larang perayaan Hari Valentine

Bulan lalu Iran melarang pemakaian kata 'anggur'.

14 Februari 2016 15:26

Pemerintah Iran telah melarang rakyatnya merayakan Hari Valentine. Mereka beralasan ikut-ikutan memperingati Hari Kasih Sayang sama saja menyokong budaya bobrok dari Barat.

Kepolisian negara Mullah itu sejak Jumat lalu telah memperingatkan para pemilik toko untuk tidak menjual hadiah, suvenir, atau kartu berhubungan dengan Hari Valentine. Restoran, kedai kopi, dan toko-toko es krim juga sudah diberitahu untuk mencegah ada kumpulan anak-anak muda berlainan jenis saling bertukar hadiah atau kartu Hari Valentine.

Hari Valentine, dirayakan saban 14 Februari, juga populer di Timur Tengah. Tradisi ini dilakukan setelah kematian pemuka agama Kristen bernama Santo Valentinus.

"Simbol-simbol hati, setengah hati, mawar merah, dan segala kegiatan mempromosikan hari ini (Hari Valentine) dilarang," tulis media pemerintah. "Pihak berwenang bakal mengambil langkah hukum terhadap siapa saja melanggar larangan ini."

Arab Saudi juga mengharamkan perayaan Hari Valentine.

Bulan lalu Iran melarang pemakaian kata 'anggur' dan nama-nama hewan asing.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar menerima delegasi Kirgistan di Ibu Kota Kabul, 23 September 2021. (Albalad.co/Supplied)

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Afghanistan Jenderal Bismillah Muhammadi Khan (kiri) dan Jenderal Syarif Yaftali pindah ke Tajikistan setelah diusir dari Uni Emirat Arab. (Albalad.co/Supplied)

UEA usir dua jenderal Afghanistan

Bismillah Khan dan Yaftali bergabung dengan eks Wakil Presiden Amrullah Saleh dan Ahmad Masud Junior lebih dulu pindah ke Tajikistan. 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia minta Saudi cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia

Saudi juga belum membolehkan warga Indonesia berumrah.

Wakil Perdana Menteri Pertama Afghanistan Mullah Abdul Ghani Baradar saat berada di Kota Kandahar membantah berita bohong menyebutkan dirinya luka atau tewas karena berkonflik dengan kelompok Haqqani di Ibu Kota Kabul. (Albalad.co/Supplied)

Dua pentolan Taliban pro-Iran akhirnya masuk pemerintahan baru Afghanistan

Hasan Ghiasi, beretnis Hazara, dipilih menjadi Wakil Menteri Kesehatan.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Organisasi kemanusiaan dan dua konglomerat Israel evakuasi warga Afghanistan

Lusinan perempuan Afghanistan ini kemudian dikirim ke Uni Emirat Arab untuk ditampung sementara, sebelum bisa pindah menetap di Kanada. 

24 September 2021

TERSOHOR