kabar

Maroko tolak jadi tuan rumah KTT Liga Arab

Riyadh membatalkan bantuan US$ 3 miliar kepada angkatan darat Libanon sebab Beirut tidak mengutuk penyerangan atas Kedutaan Saudi di Teheran oleh para pengunjuk rasa bulan lalu.

20 Februari 2016 14:20

Maroko telah memutuskan menolak menjadi tuan rumah dalam pertemuan tahunan Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab. Mereka beralasan pertemuan rutin itu tidak mencerminkan adanya persatuan di antara 22 negara anggota.

KTT Liga Arab ke-27 itu tadinya dijadwalkan digelar pada 29 Maret di kota wisata Marrakesh, namun ditunda menjadi 7 April atas permintaan Arab Saudi.

"Lantaran kurangnya keputusan penting dan inisiatif kongkret untuk diajukan kepada kepala-kepala negara, pertemuan ini hanya sekadar rutinitas untuk mengesahkan resolusi biasa dan perhelatan pidato menggambarkan persatuan semu," kata Kementerian Luar Negeri Maroko lewat pernyataan tertulis.

Kementerian itu menambahkan sekali lagi para pemimpin Arab tidak bisa membatasi diri untuk menganalisa perbedaan dan memberi respon menentukan.

Arab Saudi kemarin membatalkan paket bantuan senilai US$ 3 miliar kepada angkatan darat Libanon. Sebab, menurut seorang pejabat, Beirut tidak mengutuk penyerangan atas kedutaan besar negara Kabah itu di Ibu Kota Teheran, Iran, oleh para pengunjuk rasa bulan lalu.

Kawasan Timur Tengah telah menjadi arena perebutan pengaruh antara dua negara, yakni Arab Saudi dan Iran. Kedua musuh bebuyutan ini menyokong dua faksi berlainan dalam perang di Yaman dan Suriah.

Tulisan di tembok kediaman duta besar Turki untuk Iran di Ibu Kota Teheran. (Twitter)

Serbuan Turki ke basis Kurdi di Suriah sebabkan lima anggota ISIS kabur dari penjara

Sehari setelah kaburnya lima anggota ISIS dari Penjara Jirkin, sebuah bom mobil kemarin pagi meledak di Penjara Giwaran, Kota Hasakah.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Amerika akan kirim tiga ribu tentara lagi buat jaga Arab Saudi

Keputusan untuk menambahkan pasukan Amerika di Saudi ini terjadi sebulan setelah dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang.

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi Filippo Grandi menyerahkan sertifikat penunjukan pangeran asal Qatar Syekh Tsani bin Abdullah bin Tsani ats-Tsani sebagai UNHCR Eminent Advocate kepada perwakilannya, Syekh Khalifah bin Tsani ats-Tsani di markas UNHCR di Kota Jenewa, Swiss, 9 Oktober 2019. (UNHCR/Jean Marc Ferré)

Pangeran Qatar jadi UNHCR Eminent Advocate setelah sumbang Rp 495 miliar buat pengungsi Bangladesh dan Yaman

Itu merupakan sumbangan terbesar pernah diterima UNHCR sejak lembaga itu didirikan 69 tahun lalu





comments powered by Disqus