kabar

Hadiah bagi pembunuh Salman Rushdie ditambah

Sebanyak 40 media Iran saweran mengumpulkan US$ 600 ribu, sehingga total hadiah uang bagi siapa saja bisa membunuh Rushdie US$ 3,9 juta.

23 Februari 2016 08:07

Sebanyak 40 media di Iran saweran dan berhasil mengumpulkan US$ 600 ribu untuk menambah jumlah hadiah bagi siapa saja bisa membunuh Salman Rushdie, penulis buku the Satanic Verses (Ayat-ayat Setan). Alhasil, total fulus dijanjikan bagi orang mampu melenyapkan lelaki Inggris berdarah Iran itu adalah US$ 3,9 juta.

Pemimpin Revolusi Islam Iran 1979 Ayatullah Khomeini pada 1989 mengeluarkan fatwa menyerukan kepada seluruh kaum muslim untuk membunuh Rushdie, karena dianggap menistakan agama Islam. Fatwa mati ini memaksa Rushdie bersembunyi bertahun-tahun.

Kaum ulama garis keras Iran menegaskan fatwa mati atas Rushdie itu tidak bisa dibatalkan dan bersifat abadi, meski Khomeini telah wafat. Sebuah organisasi agama di Iran menawarkan hadiah US$ 2,7 untuk pembunuh Rushdie dan pada 2012 total hadiah dinaikkan menjadi US$ 3,3 juta.

Acara pengumpulan dana itu berlangsung saat pameran teknologi digital digelar di Iran bulan ini. "Media-media berhasil mengumpulkan tambahan hadiah uang US$ 600 ribu di ulang tahun ke-27 fatwa bersejarah untuk menunjukkan fatwa itu masih berlaku," kata penyelenggara pameran, Mansyur Amiri.

Amiri adalah ketua the Seraj Cyberspace Organisation, berafiliasi dengan milisi relawan Basij, beraliansi dengan pasukan Garda Revolusi.

Kantor berita semiresmi Fars mempublikasikan daftar berisi 40 media Iran saweran untuk menambah uang hadiah buat pembunuh Rushdie. Fars menyumbang US$ 30 ribu.

Saat dihubungi melalui surat elektronik, agen Rushdie menolak berkomentar soal itu. Kementerian Luar Negeri Iran juga belum menyampaikan sikap.

Pada 1998, Presiden Iran Muhammad Khatami bilang ancaman terhadap Rushdie sudah berakhir setelah dia bersembunyi selama sembilan tahun. Penerjemah Ayat-ayat Setan ke dalam bahasa Jepang ditusuk mati pada 1991 dan yang lainnya terlibat dalam penerbitan buku itu juga diserang.

Namun pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 2005 mengatakan fatwa mati buat Rushdie masih berlaku. Tiga ulama konservatif Iran juga menyerukan kepada para pengikut mereka buat menghilangkan nyawa Rushdie.

Rumah Keluarga Ibrahim, berisi masjid, gereja, dan sinagoge, bakal dibangun di Pulau Saadiyat, Uni Emirat Arab. (Gulf Business)

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

Jenderal Abdil Fatah as-Sisi bertemu Presiden Muhammad Mursi. (en.nasimonline.ir)

Revolusi meletup lagi di Mesir

Demonstrasi berlangsung sejak kemarin sudah menyebar ke seantero negara Nil itu.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Ketegangan dengan Iran meningkat, Saudi uji coba sirene tanda ada serangan udara

Bin Salman stres berat mengetahui dampak serangan terhadap dua fasilitas Aramco itu. "Dia sampai menenggak lebih banyak obat penenang," kata sumber Albalad.co dalam lingkungan istana.

Mahmud Syekhruhu, pilot yang melarikan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali ke Arab Saudi pada 14 Januari 2011. (Middle East Eye)

Mantan Presiden Tunisia Zainal Abidin bin Ali wafat

Perdana Menteri Tunisia Yusuf Syahid bilang dirinya akan mengizinkan mayat Bin Ali dimakamkan di negara asalnya.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR