kabar

Assad berterima kasih atas dukungan politik dari Indonesia

Suriah akan membuka kembali akses bagi pelajar asing hanya dari dua negara, yakni Rusia dan Indonesia.

25 Februari 2016 22:01

Presiden Suriah Basyar al-Assad berterima kasih atas dukungan politik dari pemerintah Indonesia. Hingga hampir lima tahun sejak perang meletup di Suriah, Indonesia termasuk ke dalam sedikit negara masih tetap mempertahankan duta besarnya di Ibu Kota Damaskus.

Ketua Persatuan Ulama Syam Taufik Ramadhan al-Buthi menyampaikan pujian dan rasa terima kasih dari Assad itu saat bertemu Duta Besar Indonesia buat Suriah Djoko Harjanto hari ini di kantor KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia).

Pada kesempatan itu, Taufik Buthi juga berjanji terus mengurusi agar para pelajar Indonesia mendapatkan izin tinggal. "Pemerintah Suriah berencana membuka kembali akses bagi para pelajar asing hanya dari dua negara, yaitu Indonesia dan Rusia," kata Taufik Buthi, seperti dilansir siaran pers KBRI Damaskus diterima Albalad.co hari ini. "Untuk belajar di Universitas Damaskus, Mahad Syam Ali, dan Mahad Dauli."

Menanggapi hal itu, Djoko menegaskan sikap politik Indonesia terhadap konflik Suriah adalah mendukung solusi politik dan penyelesaian damai. "Sikap konsisten Indonesia ini abadi dan tidak akan berubah-ubah. Solusi politik bagi konflik Suriah suatu keharusan," tutur Djoko. "Tidak ada perang berakhir tanpa perundingan politik."

Djoko menambahkan isu pelajar Indonesia di Suriah sangat penting. Karena itu, dia menyambut baik rencana pembukaan kembali akses bagi warga Indonesia ingin belajar ke Suriah.

Djoko dan Taufik Buthi direncanakan menghadiri silaturahim nasional Ikatan Alumni Syam Indonesia kelima di Yogyakarta, 5—6 Maret mendatang.

Silaturahim nasional itu diadakan sebagai bentuk kegelisahan para alumni atas konflik berkepanjangan melanda negeri Syam ini. Dalam acara itu, para alumni akan meneguhkan peran strategis mereka terhadap konflik di Suriah.

Juga bakal digelar haul dipimpin Taufik Buthi buat mendoakan para ulama Syam telah mati syahid, seperti Dr. Said Ramadhan al-Bhuti dan Dr. Wahbah Zuhaili.

Djoko menyambut baik rencana kedatangan Taufik Buthi ke Indonesia. "Semoga kehadiran Dr. Taufik juga dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Suriah, sehingga publik Indonesia tidak terhasut oleh isu sektarian," kata Djoko.

Taufik Buthi terakhir ke Indonesia pada Desember 2015, menghadiri pertemuan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) keempat.

Taufik Buthi merupakan ketua Persatuan Ulama Syam, keanggotaannya meliputi ulama di Suriah, Libanon, Yordania, dan Palestina. Taufik Buthi juga putra dari ulama terkemuka dunia, Dr. Said Ramadan al-Buthi, wafat akibat bom bunuh diri pada 21 Maret 2013 ketika mengisi pengajian di Masjid Al-Iman, Damaskus.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel akui pasok senjata ke para pemberontak Suriah

Namun sokongan dari Israel ini masih lebih kecil ketimbang bantuan dari Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Amerika Serikat.

UNHCR Eminent Advocate Dato Tahir bercengkerama dengan keluarga Abu Muhammad, pengungsi asal Suriah tinggal di kamp Azraq, Yordania, 3 April 2017. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai dan persenjatai 12 kelompok pemberontak di Suriah

Tiap pemberontak mendapat bayaran US$ 75 saban bulan. Juga ada dana tambahan untuk 12 kelompok pemberontak buat membeli senjata di pasar gelap Suriah.

Militer Israel memberikan pertolongan pertama terhadap satu dari empat anak yatim piatu Suriah menjadi korban luka dalam perang, sebelum dilarikan ke rumah sakit di Israel pada 29 Juni 2018. )the Israel Defense Forces)

Israel selamatkan 800 relawan Helm Putih dari Suriah

Evakuasi itu dilakukan setelah Inggris, Jerman, dan Kanada bersedia memberikan suaka.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

UEA bangun sinagoge pertama

Pembangunan sinagoge perdana di UEA ini berlangsung saat negara itu tengah menjalin hubungan baik dengan Israel, negara dengan komunitas Yahudi terbesar sejagat.

22 September 2019
Revolusi meletup lagi di Mesir
21 September 2019

TERSOHOR