kabar

Parlemen Eropa serukan embargo senjata atas Arab Saudi

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir enam ribu warga sipil di Yaman tewas sejak pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi menggempur pemerontak Al-Hutiyun Maret tahun lalu.

25 Februari 2016 22:53

Parlemen Eropa hari ini menyerukan kepada Uni Eropa untuk memberlakukan embargo senjata terhadap Arab Saudi. Lembaga ini bilang Inggris, Prancis, dan negara Uni Eropa lainnya mestinya tidak lagi menjual senjata kepada Arab Saudi, dituduh menyasar warga sipil dalam perang di Yaman.

Dalam pemungutan suara hari ini, 359 anggota Parlemen Eropa mendukung embargo senjata atas negara Kabah itu dan 212 orang menentang. Sedangkan 31 anggota lainnya abstain.

Meski tidak mengikat secara hukum, para anggota Parlemen Eropa sepakat soal embargo berharap hasil pemungutan suara itu akan menekan Uni Eropa untuk bertindak.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir enam ribu warga sipil di Yaman tewas sejak pasukan koalisi Arab dipimpin Arab Saudi menggempur pemerontak Syiah Al-Hutiyun Maret tahun lalu.

Arab Saudi menjadi importir senjata terbesar kedua sejagat setelah India atau nomor wahid di Timur Tengah selama periode 2011-2015, naik 275 persen ketimbang kurun waktu 2006-2010, menurut lembaga independen Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam laporan terbarunya bulan ini.

"Pasukan koalisi Arab mengandalkan senjata mutakhir Amerika Serikat dan Eropa untuk dipakai dalam perang di Yaman," kata Pieter Wezeman, peneliti senior SIPRI untuk program belanja senjata dan militer.

Dari total impor senjata di dunia, 14 persen dilakukan oleh India dan tujuh persen oleh Arab Saudi.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Arab Saudi kewalahan hadapi Al-Hutiyun

Bandar udara di kota Najran, Jizan, dan Abha berkali-kali dihantam peluru kendali dan pesawat nirawak Al-Hutiyun.

Kerusakan di terminal kedatangan Bandar Udara Internasional Abha di Arab Saudi akibat serangan roket oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman. (SPA)

Roket Al-Hutiyun hantam bandar udara di Saudi lukai 26 orang

Serangan ini mengakibatkan 26 orang luka, termasuk tiga perempuan dari Yaman, Saudi, dan India, serta dua anak Saudi.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Hingga akhir 2019, Perang Yaman akan tewaskan 233 ribu orang

Satu anak tewas akibat perang dan dampaknya tiap sebelas menit 54 detik. Hingga akhir 2019, 140 ribu anak di Yaman akan terbunuh akibat perang dan dampaknya.

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.





comments powered by Disqus