kabar

Empat remaja Kristen di Mesir dipenjara karena hina Islam

Dalam rekaman 30 detik itu, satu dari empat pelajar ini berlutut di lantai sambil membaca ayat-ayat Al-Quran. Dua lainnya berdiri di belakang dia seraya tertawa.

26 Februari 2016 07:54

Empat remaja Kristen Koptik di Mesir dipenjara dengan dakwaan menghina Islam.

Tiga orang berusia 15-17 tahun divonis lima tahun penjara. Sedangkan seorang lagi berumur 15 tahun dimasukkan ke dalam pusat penahanan anak-anak untuk masa tidak ditentukan.

Kasus ini bermula dari rekaman video lewat telepon seluler Januari tahun lalu. Dalam rekaman 30 detik itu, satu dari empat pelajar ini berlutut di lantai sambil membaca ayat-ayat Al-Quran. Dua lainnya berdiri di belakang dia sambil tertawa.

Satu orang lagi mengayunkan tangannya ke arah leher seorang di antara mereka, seperti tengah memenggal.

Adegan mengolok-olok ini direkam oleh guru dari keempat pelajar itu, juga penganut Nasrani. Dalam sidang terpisah, sang guru divonis tiga tahun penjara dengan dakwaan melecehkan Islam.

Mahir Najib, pengacara keempat pelajar itu, bilang kliennya tidak ditahan dan mereka tidak muncul dalam persidangan. Dia menambahkan hakim mestinya menjatuhkan hukuman denda. "Vonis penjara tidak bisa dipercaya," katanya.

Pemeluk Kristen di Mesir berjumlah sekitar sepuluh persen dari total penduduk di negara Nil itu.

Kasus penghinaan terhadap Islam juga menimpa penulis Fatma Nur bulan lalu. Dia divonis tiga tahun kurungan setelah mengkritik penyembelihan hewan kurban saban hari raya Idul Adha lewat Facebook.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman pakai virus bikinan Israel buat curi data dari telepon Jeff Bezos

Dua pelapor khusus PBB bilang anak dari Raja Salman itu memakai virus Pegasus bikinan NSO Group.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Israel izinkan warganya kunjungi Arab Saudi

Seorang wartawan dari stasiun televisi Israel, i24 News, bulan ini membuat laporan langsung dari Kota Jeddah.

Pengunjuk rasa menggunakan pipa buat menghancurkan kaca antipeluru di kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ibu Kota Baghdad, Irak, 31 Desember 2019. (CNN)

Tiga roket Katyusha hantam Kedutaan Amerika di Baghdad

Setidaknya satu orang cedera. dalam serangan itu.

Kiri ke kanan: Presiden Libanon Rafiq Hariri, Raja Maroko Muhammad bin Hasan, dan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Prancis. (Twitter/@moaidmahjoub)

Pelayan istana curi 36 jam tangan mewah milik raja Maroko

Salah satu koleksi Raja Muhammad adalah jam tangan Philippe Patek seharga Rp 16,3 miliar.





comments powered by Disqus