kabar

Semua pria dewasa di satu desa di Iran dieksekusi mati karena kasus narkotik

UNODC didesak hentikan dana bantuan bagi kampanye antinarkotik di Iran hingga negara ini menghapus hukuman mati.

27 Februari 2016 05:43

Seluruh lelaki dewasa di sebuah desa di Iran telah dieksekusi mati karena terlibat kasus narkotik, menurut Wakil Presiden Iran Urusan Perempuan dan Keluarga Shahindokht Molaverdi.

"Ada sebuah desa di Provinsi Sistan dan Balukistan di mana tiap pria dewasanya sudah dihukum mati," kata Shahindokht dalam wawancara khusus dengan kantor berita semiresmi Mehr awal pekan ini. Namun dia tidak memberitahu nama desa itu. Juga tidak menjelaskan apakah seluruh pria dewasa itu dieksekusi mati dalam waktu bersamaan atau dalam satu periode tertentu.

Agar anak-anak mereka tidak terjerat kejahatan narkotik, pemerintahan Presiden Hasan Rouhani telah mengaktifkan lagi bantuan dana bagi keluarga miskin. "Kami yakin jika kita tidak mendukung orang-orang ini, mereka akan mudah terlibat kejahatan," ujar Shahindokht.

Menurut Amnesty International, jumlah pelaksanaan hukuman mati di Iran terbesar kedua setelah Cina. Pada 2014, paling sedikit 753 orang digantung di Iran, lebih dari setengahnya lantaran kasus narkotik. Amnesty bilang di semester pertama tahun lalu saja hampir 700 orang dihukum mati di negara Mullah itu.

Menanggapi hal itu, Maya Foa dari kelompok antihukuman mati Reprieve mendesak UNODC (Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkotik dan Kejahatan) menghentikan bantuan dana buat kampanye antinarkotik di Iran. "UNODC harus segera membikin syarat baru buat pendanaan bagi Iran, yakni menyetop hukuman mati bagi para penyelundup narkotik," tuturnya.  Reprieve menyebutkan awal tahun ini UNODC sepakat menggelontorkan dana US$ 20 juta buat memberantas narkotik di Iran.

Ahnad Syahid, pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa soal situasi hak asasi manusia di Iran, menjelaskan Provinsi Sistan dan Balukistan memang wilayah paling terbelakang di negeri Persia itu, dengan angka kemiskinan, kematian bayi dan anak, rendahnya angka harapan hidup, dan jumlah buta huruf tertinggi.

"Tingginya eksekusi mati bagi pelaku kasus narkotik di provinsi itu lantaran kejahatan ini dianggap menantang Tuhan dan tidak adanya peradilan adil," kata Syahid.

Iran bertetangga dengan Afghanistan, produsen dan pemasok narkotik terbesar sejagat, menghadapi masalah berat karena kaum mudanya banyak menjadi pecandu narkotik. Dan penerapan hukuman mati atas kasus itu dinilai belum bisa menyelesaikan persoalan ini.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas saat mengunjungi Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi, 24 November 2021. (haramainsharifain.com)

Saudi cabut larangan berkunjung bagi warga Indonesia mulai 1 Desember

Larangan berkunjung ke Saudi masih berlaku bagi warga asal Afghanistan, Ethiopia, Turki, dan Libanon.

Pangeran Al-Walid bin Talal. (Arab News)

Bin Salman tahan dua pangeran sejak 2018

Bin Salman sejak Maret tahun lalu juga menahan 20 pangeran senior, termasuk mantan Putera Mahota Pangeran Muhammad bin Nayif dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pada 24 November 2021 menziarahi makam Raja Muhammad, kakek dari Raja Muhammad, penguasa maroko saat ini, di Ibu Kota Rabat, Maroko. (Israel's Defense Ministry)

Maroko jadi negara Arab pertama teken kerjasama pertahanan dengan Israel

Sebelum pulang ke Israel malam ini, Gantz bakal mengunjungi Sinagoge Talmud Torah di Rabat.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas mengadakan pertemuan dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq ar-Rabiah di Kota Makkah, Arab Saudi, 22 November 2021. (Biro Pers Kementerian Agama)

Jamaah umrah Indonesia divaksinasi Sinovac atau Sinopharm wajib karantina tiga hari di Makkah

"Sedangkan jamaah telah divaksinasi dengan vaksin Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau Johnson & Johnson tidak perlu karantina, bisa langsung menjalani ibadah umrah," ujar Eko. 





comments powered by Disqus